22 January 2020, 18:12 WIB

Dirut PTPN III Didakwa Terima Suap Rp 3,55 Miliar


M. Iqbal Al Machmudi | Politik dan Hukum

DUA direktur PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN III didakwa menerima suap terkait distribusi gula kristal putih. Kedua terdakwa adalah Direktur Utama PTPN III, Dolly Parlagutan Pulungan, dan Direktur Pemasaran PTPN III, I Kadek Kertha Laksana.

Mereka diketahui menerima uang berjumlah 345 ribu dolar Singapura atau setara Rp 3,55 miliar. Uang tersebut diterima dari Direktur Utama PT Fajar Mulia Transindo sekaligus penasihat PT Citra Gemini Mulia

"Terdakwa telah menerima uang tunai dari Pieko," ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Zainal Abidin, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Rabu (22/1).

Baca juga: KPK Periksa Komisaris Utama PTPN III

Diketahui, Dolly menyuruh Kadek untuk menerima suap dari Pieko. Kadek pun menerima sejumlah uang tersebut. Kesepakatan itu dimaksudkan Dolly dan Kadek memberikan kontrak jangka panjang (LTC) kepada Pieko, atas pembelian gula kristal putih yang diproduksi petani gula dan PTPN di seluruh Indonesia.

Distribusi gula sejatinya diakomodasi PTPN III holding perkebunan. "Perbuatan terdakwa yang bertentangan dengan kewajiban terdakwa selaku penyelenggara negara," imbuh Zainal.

Dolly dan Kadek didakwa melanggar Pasal 12 huruf b atau 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang diubah dengan Undang-undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Terhadap dakwaan tersebut, Dolly dan Kadek tidak mengajukan eksepsi. Sehingga, agenda sidang berikutnya ialah pembuktian dari sejumlah saksi. Selain itu, pada akhir persidangan Dolly menawarkan diri untuk menjadi Justice Collaborator (JC) kepada KPK.(OL-11)
 

BERITA TERKAIT