22 January 2020, 18:06 WIB

Alat Berat Bersihkan Longsor di Jalan Singaparna-Mangunreja


Kristiadi | Nusantara

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, berupaya menerjunkan alat berat berupa beko ke lokasi bencana tanah longsor yang telah menutup badan jalan penghubung Singaparna menuju arah Cikeusal tepatnya di Kampung Sukalebar, Desa Pasirsalam, Kecamatan Mangunreja.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Wawan Ridwan Effendi mengatakan, hujan deras yang terjadi telah menyebabkan sebuah tebing longsor dan menimbun jalan utama dengan panjang 30 meter dan ketebalan tanah 3-4 meter. Namun, petugas gabungan tersebut tidak bisa menggunakan peralatan tradisional dan harus menunggu alat berat.

"Alat berat baru bisa diturunkan ke lokasi pada pukul 11.45 WIB. Karena pemerintah selama ini hanya bisa menggunakannya dengan sistem sewa dari perusahaan yang ada. Sedangkan, pembersihan itu harus langsung dilakukan supaya maayarakat setempat bisa mempergunakan kembali jalan tersebut. Namun, kejadian itu tidak menimbulkan korban jiwa tetapi lahan yang dimiliki warga setempat tertimbun tanah longsor," katanya, Rabu (22/1/2020).

Wawan mengungkapkan, longsor yang terjadi telah menyebabkan aktivitas masyarakat yang berada di Kecamatan Mangunreja menuju ruas jalan Singaparna tidak bisa dilalui dan warga juga tak mau menggunakan jalan lain dengan menempuh jarak 20 kilometer. Akan tetapi, masyarakat juga harus tetap waspada karena hujan yang terjadi sekarang tinggi.

"Kami berharap supaya masyarakat berada di zona longsor dan banjir harus tetap waspada, apalagi sekarang ini masih banyak bangunan rumah masih didirikan di lokasi berbahaya dan saya juga meminta agar semua mewaspadai kejadian tersebut apalagi sekarang ini sudah masuk di musim penghujan," paparnya.

Sementara itu, Camat Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, Iyan mengatakan, tanah longsor yang terjadi telah menimbulkan perekonomian masyarakat lumpuh total termasuknya pelajar SD, SMP, SMA, pegawai negeri dan swasta tak bisa melaluinya longsoran terkecuali jalan kaki menaiki material tanah. Namun, sekarang ini upaya pembersihan masih dilakukan supaya jalan tersebut bisa kembali dibuka.

"Memang para petugas dari BPBD, TNI, Polisi, aparat desa, camat dan masyarakat berupaya memotong pohon tumbang tetapi material tanah saat itu harus menunggu alat berat beko. Namun, material longsor menimbun jalan sepanjang 30 meter dan ketebalan tanah antara 3-4 meter tapi sekarang ini masih terus dilakukan," pungkasnya. (AD/OL-10)

BERITA TERKAIT