22 January 2020, 14:00 WIB

PGRI: Peningkatan Kualitas Pendidikan Butuh Standardisasi


Emir Chairullah | Humaniora

PARA guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mengkritik rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang ingin menghapus ujian nasional.

Menurut Ketua PGRI Unifa Rosyidi, ujian nasional tetap dibutuhkan untuk menentukan standar pendidikan yang dilakukan.

“Standardisasi dalam bentuk UN tetap diperlukan untuk menilai kualitas pendidikan di negara kita,” kata Unifa usai bertemu Wakil Presiden Ma’ruf Amin di Kantor Wapres, Rabu (22/1).

Unifa menyebutkan, seharusnya pemerintah menyadari ujian nasional merupakan bagian integral dari proses pendidikan. Untuk anak-anak sekolah, UN merupakan bagian dari tantangan hidup atau survival of life.

“UN juga merupakan bagian dari evaluasi untuk tenaga pendidik,” ujarnya.

Baca juga: BSNP Revisi Prosedur Operasi Standar Ujian Nasional 2020

Dicontohkan, apabila dunia pendidikan tidak membuat standar justru membuat anak didik kesulitan ketika hendak melanjutkan pendidikan berikutnya.

“Misalnya, seorang anak nilainya 10 dan tak perlu ikut UN. Namun ketika kuliah nilainya hanya 3. Artinya ada yang salah dengan pendidikan dijalani sebelumnya,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Unifa, hampir seluruh negara menetapkan standardisasi seperti UN di Indonesia.

“Standardisasi untuk memastikan posisi SDM kita, bagaimana kita ini mau meningkat kalau tidak ada standarisasi,” pungkasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT