22 January 2020, 13:22 WIB

Pramugari Cathay Pacific Diizinkan Gunakan Masker


Antara | Internasional

MASKAPAI penerbangan Cathay Pacific Airways Ltd yang berpusat di Hong Kong akan mengizinkan awak kabin untuk menggunakan masker bedah saat bertugas di daratan Tiongkok, karena kekhawatiran akan virus korona baru. Dan penumpang yang telah membeli tiket untuk tujuan Kota Wuhan, bisa membatalkan penerbangan, tanpa dikenai biaya apapun hingga 15 Februari.

Para pramugari maskapai Cathay Pacific Airways sudah mengajukan izin untuk mengenakan masker pada Selasa (21/1). Alasannya, kasus-kasus yang terjadi di Wuhan telah dikonfirmasi di Amerika Serikat, Thailand, Korea Selatan, Jepang dan Taiwan.

Virus korona yang dimulai di Kota Wuhan, Tiongkok telah menjadi wabah di saat jutaan orang Tiongkok bersiap akan melakukan perjalanan baik di dalam maupun luar negeri dalam rangka Tahun Baru Imlek. Kondisi ini mempertinggi risiko penularan. Serikat Pramugari Cathay Pacific Airways mengatakan mereka telah menerima email dan pesan dari anggota yang khawatir tertular virus, karena bisa terpapar lebih dari 300 penumpang dari berbagai tempat dalam satu penerbangan.
 
"Mereka khawatir terhadap risiko yang mereka ambil setiap kali mereka pergi bekerja," kata serikat pekerja itu dalam laman Facebook, Selasa (21/1).

"Sudah waktunya bagi perusahaan untuk mengatasi kekhawatiran mereka dengan benar. Dan mengizinkan awak kabin untuk menggunakan masker di semua penerbangan," sambungnya.

 Pihak Cathay mengatakan bahwa sebagaimana disyaratkan oleh otoritas kesehatan Hong Kong, pihaknya mendistribusikan formulir deklarasi kesehatan dan akan menyediakan masker wajah dan tisu antiseptik yang tersedia di gerbang keberangkatan bagi penumpang yang bepergian dari Wuhan ke Hong Kong.

baca juga: Peneliti Menyebutkan Kemungkinan Virus Korona Dapat Bermutasi
 
"Staf garis depan kami diingatkan untuk menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan yang baik. Dan untuk tetap waspada dan hati-hati jika adai penumpang yang menunjukkan gejala penyakit menular," kata maskapai itu.

Saham di Cathay telah turun 10% sejak awal Januari akibat virus telah menyebar. Analis Jefferies mengatakan saham Cathay dan operator China daratan bisa tetap di bawah tekanan untuk beberapa waktu jika kasus virus korona yang menyamai wabah SARS 2003 terus meningkat. Wabah SAR ketika itu menewaskan hampir 800 orang. (OL-3)

 

 

BERITA TERKAIT