22 January 2020, 08:15 WIB

Istana Sambut Pembentukan Panja Jiwasraya


Damar Iradat | Politik dan Hukum

ISTANA Kepresidenan menyambut baik pembentukan Panitia Kerja (Panja) pengawasan industri keuangan. Pembentukan panja ini dinilai sejalan dengan pemerintah untuk membenahi sektor industri keuangan setelah mencuatnya kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

"Visi dan misinya sama dengan pemerintah yaitu meningkatkan pengawasan terhadap industri jasa keuangan dan menentukan langkah-langkah terukur restrukturisasi Jiwasraya dan penyelamatan dana nasabah," kata Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman saat dikonfirmasi, Rabu (22/1).

Ia menambahkan, pembentukan Panja Jiwasraya ini diharapkan akan mengevaluasi pengawasan dan tata kelola industri jasa keuangan. Hal ini juga demi kepentingan masyarakat.

"Dengan Panja ini diharapkan industri jasa keuangan Indonesia semakin terawasi dengan sangat baik, meningkatkan kepercayaan masyarakat, dan mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," tuturnya.

Baca juga: Tiga Panja Jiwasraya tidak akan Tumpang-tindih

Komisi XI DPR sepakat membentuk panitia kerja (Panja) pengawasan industri keuangan. Salah satu fokus kerja panja ini adalah menyikapi kasus gagal bayar Jiwasraya.

Ketua Komisi XI DPR Dito Ganindito menyebut keputusan membentuk panja berdasarkan hasil rapat dengar pendapat (RDP) dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Direksi Jiwasraya.

Panja itu bukan hanya membahas soal Jiwasraya, tapi juga perusahaan asuransi milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya. Misalnya, kasus PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI) dan Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (Taspen).

"Prioritas kita Jiwasraya, kemudian Bumiputera, Bank Muamalat, ASABRI, dan Taspen," terang Dito.

Komisi VI sudah lebih dulu membentuk panja menyikapi polemik Jiwasraya dan perusahaan asuransi pelat merah lainnya. Panja yang dibentuk di Parlemen bakal fokus mencari mekanisme pengembalian uang nasabah yang gagal dibayarkan Jiwasraya. (OL-1)

BERITA TERKAIT