22 January 2020, 07:10 WIB

Virus Korona Ikut Merontokkan Kurs Mata Uang Yuan


Antara | Ekonomi

KURS mata uang Yuan di luar negeri jatuh pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi (22/1) WIB, sedangkan mata uang safe-haven yen Jepang menguat. Lemahnya mata uang Tiongkok ini disebabkan penyebaran virus seperti pneumonia dan berdampak mengurangi selera terhadap aset-aset berisiko.  Laporan dari Tiongkok disebutkan sudah empat orang yang meninggal akibat virus korona. Jumlah kasusnya terus meningkat. Pejabat AS juga mengonfirmasi kasus virus AS pertama pada Selasa (21/1/2020).
 
Saham-saham global jatuh ketika wabah itu menghidupkan kembali ingatan akan sindrom pernafasan akut yang parah (SARS) pada 2002-2003, virus korona lain yang merebak di Tiongkok dan menewaskan hampir 800 orang dalam pandemi global.

"Anda mendapat yen yang lebih kuat, franc Swiss yang lebih kuat, dan penghindaran risiko mulai terjadi di semua hal," kata Kit Juckes, seorang analis di Societe Generale.
 
Dolar AS terakhir naik 0,60 persen terhadap yuan di perdagangan offshore atau luar negeri di 6,9073 per dolar AS. Mata uang yang terkait dengan perdagangan dan pariwisata Tiongkok juga ikut terseret turun. Dolar Australia juga jatuh ke level terendah lebih dari sebulan yaitu pada kisaran 0,6842 dolar AS.

baca juga: Garuda Indonesia Akan Tetapkan Dirut dan Komisaris Baru Hari Ini

Dolar AS melemah 0,35 persen terhadap mata uang safe-haven yen Jepang, menjadi 109,79 yen per dolar AS. Bank sentral Jepang, Bank of Japan (BOJ), sebelumnya mendorong perkiraan pertumbuhan ekonominya dan sangat optimistis tentang prospek global. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT