22 January 2020, 05:10 WIB

Sel Punca di Indonesia belum Dikomersialkan


(Ata/H-2) | Humaniora

DALAM waktu dua minggu, Polda Metro Jaya mengungkap praktik klinik kecantikan stem cell atau sel punca secara ilegal, yakni di kawasan Kemang dan Senayan. Keduanya berlokasi di Jakarta.

Beberapa alat suntik dan serum disita polisi saat menggerebek dua klinik kecantikan ini. Serum dan alat-alat yang digunakan klinik itu ilegal karena tidak mengantongi izin dari Kementerian Kesehatan maupun Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM).

Soal perizinan ini, Kepala Badan POM Penny Lukito buka suara. Ia menjelaskan, untuk dapat membuka praktik terapi sel punca, dibutuhkan persetujuan dari Kemenkes, sedangkan untuk pengolahan sel punca, laboratorium harus mendapatkan sertifikasi cara pembuatan obat yang baik (CPOB) dari Badan POM.

Sejauh ini, terangnya, Badan POM telah memberikan sertifikat CPOB sel punca kepada PT Bifarma Adiluhung, anak perusahaan dari PT Kalbe Farma.

Sementara itu, izin persetujuan penggunaan fasilitas untuk pengolahan atau produksi diberikan kepada Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell Universitas Airlangga, Surabaya, dan UPT Kedokteran Sel Punca RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), Fakultas Kedokteran Indonesia, Jakarta.

Dengan terungkapnya dua klinik ilegal sel punca di Jakarta, Penny meminta masyarakat lebih berhati-hati. "Selalu menggunakan produk yang memiliki izin edar untuk menjamin khasiat, keamanan, dan mutu dari produk yang digunakan," kata Penny kepada Media Indonesia, kemarin.

Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan, Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes Tri Hesti Widyastoeti Marwotosoeko menegaskan, sel punca saat ini belum diperjualbelikan dengan bebas di Indonesia. "Yang dapat dijualbelikannya adalah pengolahannya. Cell-nya belum dapat dijualbelikan karena masih penelitian berbasis pelayanan," katanya.

Sesuai dengan Keputusan Menkes No 32/2014, ada 11 rumah sakit yang sudah mendapatkan penetapan untuk melakukan penelitian berbasis pelayanan sel punca di Indonesia. Di Jakarta, layanan sel punca bisa didapati di RSCM, RS Jantung dan Pembuluh Darah, RSUP Fatmawati, RS Kanker Dharmais, dan RSUP Persahabatan.

Sementara itu, di daerah, ada RSUD dr Sutomo Surabaya, RSUP dr M Djamil Padang, RSUP dr Hasan Sadikin Bandung, RSUP dr Sardjito Jogjakarta, RSUP dr Karyadi Semarang, dan RSUP Sanglah Bali. Sementara itu, laboratorium sel punca yang sudah berizin, yaitu ProSTEM, Regenic, Dermama Lab Asia Stem Cell, Hayandra, RSCM, dan Sutomo.

"Rumah sakit penyelenggara pelayanan sel punca masih terbatas karena masih terbatasnya fasilitas, sarana, dan prasarana, serta sumber daya manusia terkait dengan pelayanan sel punca," ungkap Tri.

Secara regulasi, kebijakan sel punca sudah dibuat Kemenkes bekerja sama dengan Komite Sel Punca dan Sel. Diakuinya, yang jadi masalah ialah kurangnya informasi dan pemahaman di masyarakat mengenai adanya alternatif pengobatan untuk penyakit degeneratif dan genetik. Akibatnya, sambung Tri, banyak beredar produk yang menyebut sebagai produk sel punca padahal pada kenyataannya bukan. (Ata/H-2)

BERITA TERKAIT