22 January 2020, 04:00 WIB

Korban Tewas akibat Bencana Naik 583%


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

JUMLAH korban meninggal dunia dan hilang akibat bencana alam di Tanah Air per 20 Januari 2020 melonjak hingga 583,3%

jika dibandingkan dengan data pada periode yang sama tahun lalu. Fakta itu sangat menga-getkan karena intensitas bencana pada periode yang sama menurun.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengungkapkan hal itu, kemarin. "Pada 2019 korban meninggal dan hilang sebanyak 12 jiwa dan pada 2020 korban meninggal mencapai 82 jiwa pada tanggal dan bulan yang sama," kata Agus di Jakarta.

Ia menambahkan jumlah korban luka-luka juga naik hingga 7,8%, dari 77 menjadi 83 jiwa. Selanjutnya, jumlah pengungsi bertambah sangat signifikan hingga mencapai 1.552% dari 48.668 jiwa menjadi 803.996 jiwa. "Rumah rusak juga meningkat hingga 403,9% dari 2.799 unit menjadi 11.305 unit.

Menurut Agus, tren kenaikan dampak bencana itu dipicu terjadinya fenomena hujan ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia pada awal tahun, sebagaimana diprakirakan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya. "Selain itu, kerusakan lingkungan juga menjadi faktor utama yang menyebabkan terjadinya bencana," ujarnya.

Data tersebut masih berpotensi berubah sesuai olah data terbaru dari lapangan. BNPB melalui Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Pusadatinkom) akan memperbarui data tersebut ke depannya.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya ada 207 kejadian bencana yang terjadi di Indonesia menurut rekapitulasi data hingga Selasa (21/1). Adapun jenis bencana yang terjadi di Indonesia didominasi bencana hidrometeorologi seperti puting beliung dengan total 90 kejadian, banjir 67 kejadian, tanah longsor 45 kejadian, kebakaran hutan dan lahan 3 kejadian, dan gelombang pasang/abrasi sebanyak 2 kejadian.

Pemulihan

Penanganan pascabencana di Jawa Barat dan Banten kemarin dibahas di Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK). Menko PMK Muhadjir Effendy mematangkan pembahasan tentang pemulihan lahan dan relokasi penduduk pascabencana banjir bandang di wilayah Lebak, Banten, dan Bogor Jawa Barat di Rapat Koordinasi Teknis bersama Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya dan Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin di kantor Kemenko PMK, Jakarta.

"Rakor ini yang kedua kalinya dilaksanakan sesuai tugas dari Kemenko PMK dan arahan Bapak Presiden agar dipercepat untuk pemulihan kondisi yang menjadi dampak bencana," ung-kap Muhadjir.

Menko PMK meminta Pemda Lebak dan Bogor segera menetapkan lahan termasuk relokasi penduduk yang terdampak bencana banjir. "Nanti akan kita tangani secara simultan, lahannya sekaligus penduduk yang terdampak," cetusnya

Rakornis, kemarin, juga mengundang Kementerian PUPR untuk ikut segera memikirkan pemulihan sarana prasarana berupa pemulihan lahan maupun hunian. Sejumlah rekomendasi dihasilkan terkait tindak lanjut pemulihan lahan dan relokasi penduduk. Di antaranya ialah menyerahkan waktu pelaksanaan pemulihan lahan dan relokasi kepada BNPB. Kedua, Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional bertugas memastikan lahan terutama yang berstatus HGU untuk relokasi warga. Ketiga, Kementerian Pertanian menyiapkan dukungan benih tanaman, pembibit-an dan distribusi untuk penghijauan sekaligus penyediaan bibit-bibit tanaman produktif.(Bay/H-1)

BERITA TERKAIT