21 January 2020, 22:30 WIB

Stok Jagung Petani Dipastikan Aman Pasok Kebutuhan Pabrik Pakan


mediaindonesia.com | Ekonomi

SEBANYAK 72% pabrik pakan ternak yang tergabung dalam Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) dan Pusat Peternakan Ayam Petelur berada di Pulau Jawa. Dan kedua jenis usaha itu mengonsumsi lebih dari 70% jagung segar.

Jumlah kebutuhan jagung bulanan secara nasional rata-rata sebanyak 1,5 juta ton, jumlah ini bisa dihasilkan dari 300 ribu hektare lahan. Hal ini didasarkan dari besaran rata-rata produktivitas per hektare mencapai 5 ton.

Baca juga: Mentan SYL Manfaatkan Forum GFFA Dorong Transfer Pengetahuan

Berdasarkan pengamatan di Kabupaten Probolinggo Jawa Timur, seperti keterangan tertulis yang diterima Media Indonesia, Petugas PIP Probolingo Suheris mengungkapkan, rata-rata produksi jagung tingkat petani sebanyak 8 ton per hektare dengan biaya produksi rata-rata Rp14 juta dan rata-rata harga jual Rp4.300 dengan kadar air 22%. Sehingga, petani bisa memperoleh pendapatan kurang lebih Rp20 juta

Baca juga: Kementan Gencar Cegah Alih Fungsi Lahan

Bila dibagi dengan masa tanam jagung yang rata-rata sekitar empat bulan sejak persiapan, petani memperoleh pendapatan bulanan sebesar Rp5 juta per bulan. Dengan jumlah pendapatan tersebut, menjadi rezeki tersendiri bagi petani, karena jumlah tersebut lebih tinggi dari upah minimum di Probolinggo.

Baca juga: Orientasi Ekspor Beras, Kementan Bangun Kostraling

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Suwandi menyatakan berdasarkan data yang dihimpun pertanaman jagung yang  dilakukan pada periode Oktober-Desember 2019 telah siap untuk penyediaan jagung periode Januari-Maret 2020. "Stok yang tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan produksi pakan selama 45 hari ke depan. Dan stok ini akan bertambah saat masa panen jagung pada awal Februari," tambah Suwandi.

Diperkirakan pada Februari akan dipanen 476.466 hektare atau lebih dari cukup kebutuhan jagung. Sebaran terdiri 95.600 hektare di Sumatra, 245.200 hektare di Jawa, 93.700 hektare di Sulawesi dan sisanya ada di provinsi lain.

Produksi jagung sepanjang 2020 diperkirakan akan jauh lebih tinggi dari 2019 karena berbagai upaya program peningkatan luas tanam dan produktivitas.  Bisa diprediksi stok jagung akan aman sepanjang 2020.

"Kita laksanakan hal-hal yang menjadi arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Dengan stok jagung yang aman, Mentan ingin seluruh stake holder pakan ternak dapat menyerap jagung petani lokal untuk memenuhi pasokan dalam negeri," ujar Suwandi

Menurut Suwandi, sentra jagung yang ada saat ini perlu didekatkan dengan industri unggas. "Kami minta dinas pertanian di daerah bisa memberi informasi wilayah panen jagung  dan info ini hendaknya disebarluaskan. Jadi industri peternakan akan terbantu untuk mencari lokasi menyerap jagung petani."

Suwandi mengingatkan menjelang panen raya jagung Februari hingga April 2020 perlu antisipasi dini. "Memasuki musim panen raya jagung, kami minta penyiapan sarana panen, pengering, dan gudangnya sehingga hasil panen bisa disimpan dan dijual kembali saat harga bagus. Ini untuk menstabilkan harga juga agar tidak anjlok saat panen raya," tuturnya.

Manisnya pendapatan dari jagung saat ini tentunya dibayar oleh petani dengan pengorbanan yang lebih tinggi, dimana petani secara rutin melakukan penyiraman pada saat pertanaman, hal ini  karena jagung yang dipanen sekarang berasal dari pertanaman yang dilakukan pada Bulan Oktober Tahun 2019. Kementerian Pertanian optimistis panen jagung lokal dapat memenuhi kebutuhan nasional. (X-15)

BERITA TERKAIT