21 January 2020, 22:28 WIB

DPR Usul Audit Investigasi Keuangan TVRI


Nur Aivanni | Politik dan Hukum

MAYORITAS anggota Komisi I DPR RI mengusulkan untuk dilakukan audit investigasi keuangan TVRI menyusul adanya pemecatan Direktur Utama TVRI Helmy Yahya oleh Dewas TVRI. Hal itu mengemuka dalam rapat dengar pendapat antara Komisi I DPR RI dengan pimpinan Dewas TVRI.

Anggota Komisi I Fraksi PPP Syaifullah Tamliha mengatakan bahwa perlu dilakukan audit investigasi untuk memeriksa keuangan TVRI. "Siapa saja yang terima, siapa saja yang bermain. Yang kedua, audit kinerja. Itu penting untuk koreksi jika ada kinerja yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," katanya di ruang Komisi I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (21/1).

Dukungan audit pun datang dari Fraksi Golkar. Anggota Komisi III Fraksi Golkar Bobby Adhityo Rizaldi menyampaikan bahwa nantinya hasil audit investigasi tersebut akan dikembalikan ke Dewas TVRI. "Saya sepakat audit investigasi atau pemeriksaan dengan tujuan tertentu, yang hasilnya kita kembalikan ke Dewas," ucapnya.

Dalam rapat tersebut, Ketua Dewas TVRI Arief Hidayat Thamrin pun mengajukan jika perlu dilakukan audit investigasi, pihaknya pun mendukung langkah tersebut. "Kami usulkan audit investigasi kalau bapak/ibu masih ragu dengan apa yang disampaikan," katanya.

Seusai rapat tersebut, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari menyampaikan bahwa Komisi I akan memutuskan apakah akan dilakukan audit investigasi terhadap keuangan TVRI atau tidak paska mendengarkan semua pihak terkait masalah yang ada di TVRI.

"(Audit investigasi itu) Salah satu usulan. Kesimpulannya itu dalam rapat intern, apa yang akan diambil oleh Komisi I setelah kita mendengarkan dari berbagai pihak, kita akan rapat intern untuk mengambil keputusan. Jadi ini masih dalam posisi mendengarkan terus," terangnya kepada awak media.

Selanjutnya, kata Abdul, Komisi I akan memanggil direksi TVRI. Dan tidak menutup kemungkinan, pihaknya juga akan memanggil mantan Dirut TVRI Helmy Yahya hingga karyawan TVRI. "Kami juga akan panggil direksi TVRI, mungkin juga sampai karyawan dan sebagainya yang kami pandang perlu, untuk kemudian di akhirnya kami akan rapat internal untuk mengambil sikap di komisi," tandasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT