22 January 2020, 02:55 WIB

Gunung Sampah di TPA Cipayung Depok


MI | Megapolitan

TEMPAT pembuangan akhir (TPA) Cipayung, Kota Depok, over kapasitas, sehingga sampah tersebar di kali dan lingkungan tempat tinggal.

Kepala Unit Pengelola Teknis Daerah (UPTD) TPA Cipayung, Ardan Kurniawan menyebutkan tingginya timbunan sampah di TPA disebabkan rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengurangi produksi sampah.

"Solusinya ialah mengurangi dan pemilahan sampah di sumber harus diintensifkan," kata Ardan di Markas TPA Cipayung, Kota Depok, Selasa (21/1).

Ardan mengakui timbunan sampah di TPA Cipayung memang tinggi. "Tapi, belum setinggi Candi Borobudur, 35 meter. Saya kemarin melakukan pengukuran kontur tanah TPA. Tingginya 23 meter," ungkapnya.

Sekretaris Daerah Kota Depok Hardiono mengatakan permasalahan sampah yang terjadi di Kota Depok disebabkan banyak faktor, salah satunya faktor minimnya kesadaran masyarakat. "Kami harap, permasalahan sampah menjadi perhatian bagi kita semua, karena mengatasi sampah bukanlah tugas dari pemerintah saja," cetusnya.

Pengamat Lingkungan Universitas Indonesia (UI) Tarsoen Waryono mengatakan Kota Depok belum pantas meraih penghargaan kebersihan lingkungan karena masih lekat dengan kesan jorok. "Menurut saya, Kota Depok belum layak dinobatkan sebagai kota yang bersih. Saya menyangsikan prestasi yang ditorehkan Kota Depok, yang memperoleh Piala Adipura 2017," ujarnya. Diketahui, Tahun 2017, kota Depok meraih Piala Adipura untuk kategori kota metropolitan. "Pertanyaan saya, kok bisa dapat? Saya bingung gitu loh," pungkasnya. (KG/J-2)

 

BERITA TERKAIT