22 January 2020, 02:30 WIB

Karina Suwandi Meditasi dan Yoga untuk Dalami Peran


Melalusa Susthira | Hiburan

AKTRIS Karina Suwandi, 47, mengaku jeda produksi film yang singkat antara film yang dilakoni membuatnya memerlukan waktu untuk berkonsentrasi mendalami peran. Ia memilih melakukan meditasi dan yoga.

Karina berperan sebagai Karmila dalam film Mangkujiwo, yang menjadi film terbaru Jagat Sinema Kuntilanak produksi MVP Pictures. Sebelumnya, ia bermain dalam film Kuntilanak 2 yang sukses pada 2019 lalu.

"Mungkin kalau muslim dengan salat dan berdoa, kalau saya Kristen, tapi saya juga bisa ada meditasi dan yoga. Jadi untuk lebih bisa mengisi 'oh ini yang selesai, oh yang ini saya harus mulai'," ungkap Karina saat berkunjung ke Media Indonesia, Jumat (17/1).

Karina menyebut hal tersebut dilakukannya untuk dapat mendalami karakter khusus dan memberi penampilan optimal yang ada dalam setiap cerita film yang diperankannya. Terlebih, sambungnya, diperlukan waktu untuk membangun kemistri antarpemain.

"Karena kalau terlalu dekat kan bingung juga. Yang ini lagi syuting, yang ini (film lain) lagi reading, itu menyiksa pikiran gitu. Kita kan penginnya selalu yang terbaik, apalagi kalau misalkan dengan para pemain kita sudah harus bisa attached," terang Karina yang mendapatkan nominasi Piala Citra 2018 untuk pemeran pendukung wanita terbaik dalam film Sebelum Iblis Menjemput.

Aktris yang memulai debut perdananya lewat film Lupus pada 1987 itu, mengaku proses pendalaman karakter akan berjalan lebih mudah dan menyenangkan bila mendapati lawan mainnya sejalan dalam tekad melakoni peran dalam film yang tengah digarap.

"Senangnya kalau kita emang bersama dengan para pemain yang niatnya sama, pada saat riset kita sudah sama-sama understand dan sudah membawa karakter kita, lebih senang sih kalau bisa kayak gitu," tuturnya.

 

Berbagai muatan

Aktris berdarah Ceko-Indonesia itu menuturkan, film Mangkujiwo berbeda dengan film horor kebanyakan karena tidak hanya menyuguhkan adegan-adegan menyeramkan. Lebih jauh, Karina menyebut film yang disutradarai Azhar Kinoi Lubis itu mengandung berbagai muatan, mulai budaya hingga politik.

"Ini bermuatan budaya, ada budaya Jawa. Bermuatan politik juga di masa itu, mungkin ada yang bisa relate dengan politik di masa sekarang juga," terang Karina.

"Jadi muatannya cukup berat. Mungkin ini menjadi salah satu yang membuat warna Mangkujiwo berbeda dengan film lain," sambungnya.

Menurut Karina, Mangkujiwo yang kaya akan unsur bertutur cerita (story telling) itu berkisah tentang perebutan kekuasaan antara dua tokoh keraton yang diperankan Roy Marten dan Sujiwo Tejo.

Perseteruan tersebutlah, lanjut Karina, menjadi asal muasal keberadaan sosok kuntilanak yang berusaha diungkap dalam film Mangkujiwo, menjadikan film perpaduan antara horor, drama, dan thriller itu sebagai pembuka dari rangkaian Jagat Sinema Kuntilanak.

"Ceritanya sebenarnya berawal dari Mangkujiwo ini, jadi kembali ke masa itu (lahirnya sosok kuntilanak). Mungkin selama ini orang melihatnya kuntilanak itu adalah sosok seram, tapi dari film jadi mengerti sudut pandang lain. Bagaimana sih cerita awalnya, bagaimana kuntilanak itu hadir," tutur Karina yang bermain dalam sinetron Warkop Milenium tersebut.

Syuting film Mangkujiwo yang berlatar waktu era 1960-1970-an berlangsung selama 28 hari di Yogyakarta. Selain Karina, film ini juga dibintangi Asmara Abigail, Yasamin Jasem, Djenar Maesa Ayu, Sujiwo Tejo, Septian Dwi Cahyo, dan Roy Marten. Mangkujiyo dijadwalkan akan tayang perdana pada 30 Januari 2020. (H-3)

BERITA TERKAIT