21 January 2020, 18:50 WIB

Penyelundupan Narkoba Lewat Laut Marak, Sinergi Perlu Diperkuat


Tri Subarkah | Megapolitan

ANGGOTA Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Yotje Mende mengapresiasi pengungkapan narkoba jenis sabu seberat 70 kg yang dilakukan oleh Bareskrim Polri. Barang haram tersebut diketahui diselundupkan dari Malaysia melalui Selat Malaka menuju Bengkalis, Riau.

Meski demikian, Yotje menyebut masih ada kegagalan yang dilakukan pihak kepolisian dalam melakukan patroli di perairan. Ia menegaskan, perlu ada keterpaduan antarinstansi untuk menjaga perairan Indonesia yang luas.

"Seharusnya dari pelabuhan ini terutama dari Polair (Direktorat Polisi Air Baharkam Polri-red), Bakamla, Kementrian Kelautan dan Perikanan, dan paguyuban nelayan dengan pemberdayaan Bhabinkamtibmas di Polri serta Babinsa di Koramil," katanya saat dihubungi Media Indonesia, Selasa (21/1).

Baca juga : Dikirim dari Malaysia, Polisi Gagalkan Penyelundupan 70 Kg Sabu

Senada dengan Yotje, Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Edi Hasibuan menyebut pentingnya kerja sama antarinstansi dalam memperkecil ruang gerak penyelundupan narkoba lewat laut.

"Selama ini dalam pantauan kami sering lolos lewat laut. Kenapa? Karena laut sangat luas sekali, belum lagi pelabuhan tikus banyak sekali," jelas Edi.

Menurut Edi, penyelundup narkoba menggunakan pelabuhan tikus karena tidak dihuni dan luput dari pantauan.

"Untuk itu kita harapkan pada Polri, BNN, Angkatan Laut kerja sama, bersinegri dalam pemeberantasan narkoba," tandas Edi. (Ol-7)

BERITA TERKAIT