21 January 2020, 18:50 WIB

NasDem Sesalkan Revitalisasi Monas Harus Tebang Pohon


Suryani Wandari Putri Pertiwi | Megapolitan

ANGGOTA DPRD DKI Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Nova Harivan Paloh menyesalkan ratusan pohon di Monumen Nasional telah ditebang yang kemudian membuat kawasan monas sisi selatan ini gundul.

"Itu odong-odong banget, mohon maaf banget ya. Kan kesel juga, risetnya seperti apa sih itu?" kata Nova yang dihubungi Media Indonesia, Selasa (21/1).

Menurutnya, DPRD merasa kecolongan lantaran sebelumnya tak ada pemberitahuan mengenai penebangan pohon, meskipun isunya pohon-pohon ini akan dipindahkan ke area yang lain.

Nova pun mengaku hanya menerima pemaparan tentang rencana revitalisasi dengan menunjukan biorama-biorama. "Pemaparan ke kitanya hanya pembuatan biorama-biorama, tidak ada istilahnya penebangan pohon dan lain-lain. Kita juga mempertanyakan urgensinya apa untuk nebangin pohon begitu banyak,' lanjut Nova.

Diketahui revitalisasi Monas memangkas 205 pohon yang terdiri dari 150 pohon ukuran besar dan 55 ukuran pohon kecil di sisi Selatan Monas.

Belum lagi katanya, revitalisasi tersebut harusnya telah rampung pada 2019 karena anggaran penataan kawasan Monas sebesar Rp 149,9 miliar itu dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan

(APBD-P) 2019 sebagai anggaran tahun tunggal (single year).

Rencananya Nova dan jajarannya di Komisi D DPRD DKI Jakarta akan memanggil Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata) DKI Jakarta pada Rabu (22/1) untuk memperjelas semuanya termsuk pembangunan yang dilanjutkan hingga tahun 2020 hingga soal kontraktor pemenang lelang yang dia anggap tidak meyakinkan. "Kita sudah panggil Dinas Citata untuk memberikan klarifikasi besok," tutup Nova. (OL-4)

BERITA TERKAIT