21 January 2020, 18:27 WIB

Keluarga Siswi SMPN 147 Diminta Sekolah tak Besarkan Peristiwa


Zaenal Arifin | Megapolitan

ORANGTUA siswi yang melakukan percobaan bunuh diri dengan lompat dari lantai 3 SMPN 147, Dinar Ariefianto, mengaku pernah diminta oleh pihak sekolah dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk tidak membesarkan peristiwa yang menimpa anaknya, SN, 14.

"Pihak sekolah dan pihak Dinas Pendidikan DKI, meminta persoalan ini supaya tidak dibesar-besarkan, karena murni kecelakaan," kata kuasa hukum Dinar Ariefianto, Defrizal Djamaris, di Mapolres Jakarta Timur, Selasa (21/1).

Permintaan itu, ucap Defrizal Djamaris, disampaikan ketika Dinar Ariefianto tiba di RS Tugu Ibu, Cibubur, setelah mendapatkan kabar anaknya mengalami kecelakaan di sekolah.

Namun, lanjut Defrizal, Dinar Ariefianto tidak menggubris permintaan tersebut, karena kliennya masih shock dengan kabar dan melihat putrinya terbaring tak berdaya di rumah sakit.

"Pada waktu itu beliau tidak menanggapi secara serius, tapi beliau kaget aja, kenapa jenazah belum dimakamkan, sudah ada pejabat yang menyatakan seperti itu (jangan dibesarkan)," ujarnya.

Baca juga: Kasus Bunuh Diri Siswi SMPN 147, Polisi Dalami Riwayat Komunikasi

Dengan adanya pemintaan tersebut, kliennya menduga ada kejanggalan dalam peristiwa tersebut. Ditambah setelah kejadian pada Selasa (14/1), pihak sekolah tidak melapor ke polisi.

"Ada asumsi-asumsi, karena ayahnya baru tahu bahwa pihak sekolah tidak melaporkan kepada pihak kepolisian setelah kejadian itu, ini kan bukan kejadian biasa, umumnya kalau ada kejadian seperti itu, langsung lapor ke polisi," tuturnya.

Defrizal Djamaris menduga, berdasarkan informasi yang diperoleh dari kliennya, putrinya tersebut pernah mengalami perundungan di sekolah. Sehingga pihak sekolah meminta peristiwa ini untuk tidak dibesar-besarkan.

"Keterangan yang didapat ayah korban dari putri pertamanya (kakak korban) bahwa adiknya ini pernah curhat mengenai perundungan dan segala macamnya di sekolah, mungkin perundungannya bukan perundungan fisik, tapi verbal," pungkasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT