19 January 2020, 21:20 WIB

Indonesia dan Singapura Harus Usung Konsep Storynomics Tourism


Deri Dahuri | Humaniora

SEBUAH pariwisata yang mengedepankan narasi, konten kreatif, dan living culture serta menggunakan kekuatan budaya sebagai DNA destinasi tengah digodok pemerintah. Konsep tersebut diyakini dapat mempercepat akselerasi pembangunan industri pariwisata di Indonesia khususnya di kawasan destinasi super prioritas.

Konsep storynomics tourism diakui oleh pendiri SGB, platform digital pariwisata Singapura, Tatiana Gromenko sebagai ide yang brilian.

Menurut Tatiana, baik Indonesia maupun Singapura sama-sama memiliki konten-konten yang menarik terkait tempat wisatanya sehingga perlu dinarasikan dengan kreatif dan memikat.

“Misalnya, selama ini orang Indonesia yang datang ke Singapura rata-rata karena ingin berbelanja dan menikmati human-made attraction yang ada di Singapura. Padahal begitu banyak kisah-kisah di balik tempat-tempat unik di Singapura yang menarik untuk dielaborasi oleh wisatawan,” tutur Tatiana, pekan lalu.

Tatiana pun mencontohkan peninggalan perang dunia seperti Battlebox yang sarat cerita menarik di balik pembangunannya.

“Ini merupakan tempat bawah tanah tahan bom yang dibangun Inggris komando Malaya. Selama ini tidak banyak yang tahu tentang cerita apa dibalik tempat wisata ini,” kata Tatiana.

Menurut wanita Rusia yang fasih berbahasa Indonesia ini, konsep pariwisata dengan mengedepankan narasi kreatif memang mutlak dibutuhkan di zaman digital seperti sekarang ini.

Singapura sendiri memiliki banyak media yang menjadi saluran dalam menyampaikan spot-spot menarik di negara kota tersebut.

“Misalnya SGB, yang merupakan media digital berbahasa Indonesia, isi kontennya tentang Singapura dan cerita-cerita menarik di baliknya," ujar Tatiana.

"Tidak hanya tentang berita arus utama seperti kuliner, spot instragramable, pusat oleh-oleh dan lainnya, namun juga cerita mistis, arsitektur vintage, hutan, dan bahkan pendidikan. Ini merupakan langkah kami mendukung pemerintah dalam mengusung storynomics tourism,” tuturnya.

Tatiana menambahkan, Indonesia yang memiliki ribuan destinasi wisata menarik serta kaya akan warisan historis, geologis dan geografis tersebut tentu memiliki bobot yang lebih kuat untuk menggunakan pendekatan ini.

“Sebagai orang yang pernah tinggal di Indonesia dan berkeliling ke berbagai daerah di sana, saya tahu persis bahwa negara ini memiliki kekayaan wisata yang sangat luas," papar Tatiana.

Menurut Tatiana, misalnya Danau Toba di Sumatra Utara, tidak banyak orang yang mengetahui tentang  kisah dibalik terbentuknya danau terbesar di Asia Tenggara ini.

"Padahal banyak pengetahuan mulai dari letusan gunung vulkanik yang asapnya mencapai 10 kilometer di atas permukaan laut dan memusnahkan spesies dan manusia pada saat itu. Warisan geologis ini menarik untuk diceritakan ke wisatawan luar seperti saya,” tuturnya. (OL-09)

 

BERITA TERKAIT