21 January 2020, 17:45 WIB

Subsidi Elpiji 3 Kg Akan Dicabut, Pertamina Awasi Penimbunan


Dwi Apriani | Nusantara

PEMERINTAH Pusat berencana akan mencabut subsidi 3 kilogram, artinya harga gas elpiji 3 kilogram akan naik sekitar Rp35.000 per tabung. Persiapan menghadapi kebijakan tersebut, Pertamina memastikan stok dan penyaluran gas elpiji 3 kilogram akan tetap normal. Dengan begitu pula, potensi penimbunan yang bisa saja muncul akan diawasi ketat.

"Supaya tidak terjadi kelangkaan, kita sudah terjunkan tim sales area manager yang menghandle tiap provinsi dan sales branch manager untuk area lebih spesifik. Artinya mereka inilah yang menjamin distribusi dan ketersediaan elpiji di tiap pangkalan dan agen," ucap Primarini, GM Pertamina MOR II Sumbagsel, Selasa (21/1).

Ia menerangkan, hingga saat ini distribusi elpiji 3 kilogram masih normal dilakukan Pertamina sesuai dengan kuota pemerintah.

"Jadi Pertamina menjamin distribusi dan stok elpiji gas 3 kilogram tetap aman, meskipun isu (pencabutan subsidi gas 3 kilogram) ada," ucapnya.

Ia menegaskan untuk wilayah Sumbagsel dipastikan tidak terjadi kelangkaan gas.

"Yang kita kuatirkan adalah dari pangkalan ke masyarakat, karenanya secara random, kita melakukan sidak-sidak ke lapangan dan mengecek. Kita juga meminta jika masyarakat kesulitan mendapat elpiji 3 kilogram ataupun ditemukan ada kenaikan harga elpiji dari harga saat ini yang berkisar Rp18.000 per tabung untuk melapor ke 135," ucapnya.

baca juga: Longsor Kembali Landa Banjarnegara

Terkait potensi penimbunan elpiji 3 kilogram, Pertamina bersinergi dengan pihak lain juga akan mengawasi ketat pendistribusian. Namun penimbunan akan sulit dilakukan karena prosedur pendistribusian serta kuota elpiji sudah masuk dalam sistem.

"Keluar masuknya elpiji 3 kilogram di pangkalan atau agen ada sistemnya. Jadi akan sulit jika ada permainan di dalamnya," tandasnya. (OL-3)

BERITA TERKAIT