21 January 2020, 16:26 WIB

Awal 2020, Pembangunan Tol Pekanbaru-Padang Dipercepat


Rudi Kurniawansyah | Nusantara

PT Hutama Karya (Persero) terus fokus merampungkan penugasan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS). Jalan tol yang menghubungkan Lampung hingga Aceh ini akan melalui 24 ruas Jalan Tol Trans Sumatra sepanjang kurang lebih 2.765 km, dengan prioritas di 8 ruas sepanjang kurang lebih 614 km.

Setelah menyelesaikan konstruksi beberapa ruas yang telah beroperasi, salah satu fokus pembangunan konstruksi JTTS pada tahun 2020 adalah ruas Pekanbaru-Padang sepanjang 254,80 km. Ruas ini merupakan koridor penghubung yang menghubungkan Provinsi Riau dan Sumatra Barat, yang terdiri dari 6 (enam) seksi yaitu Seksi I Padang-Sicincin (36,15 km), Seksi II Sicincin-Bukittinggi (38 km), Seksi III Bukittinggi-Payakumbuh (34 km), Seksi IV Payakumbuh-Pangkalan (58 km), Seksi V Pangkalan-Bangkinang (56 km) dan Seksi VI Bangkinang-Pekanbaru (38 km).

"Pembangunan ruas tol Pekanbaru-Padang seksi I sudah kami mulai sejak kehadiran Presiden Jokowi melakukan ground breaking pada 9 Februari 2018. Sampai dengan sekarang yang baru bisa dikonstruksi baru 1,3 km, masih terhambat proses pengadaan tanah. Harapan kami kedepan pembangunan bisa cepat progresnya, didukung Sinergi Percepatan Pembangunan dari Polda Sumbar, Pemprov setempat dan pihak lainnya," jelas Direktur Utama Hutama Karya Bintang Perbowo, kemarin.

Dijelaskannya, saat ini pembebasan lahan pada ruas tol Padang-Sicincin menjadi tantangan sendiri. Rencananya ruas tol ini akan melewati 5 Kecamatan dan 15 Nagari di wilayah Kabupaten Padang Pariaman. Namun usaha semua pihak terus dilakukan agar jalan tol ini dapat terwujud. Salah satunya dengan melakukan Sinergi Percepatan Pelaksanaan Pembangunan dengan bantuan Polda Sumatra Barat dan relokasi trase ruas tol Padang-Sicincin.

Senior Executive Vice President Divisi Pengembangan Jalan Tol Hutama Karya, Agung Fajarwanto mengatakan bahwa relokasi trase jalan tol dilakukan karena beberapa penolakan dari warga. Sehingga proses perencanaan harus diulang termasuk dengan proses pengadaan tanah.

"Rencana awalnya ruas tol Padang-Sicincin 30,4 km, namun sekarang berubah menjadi 36,15 km, karena warga di Nagari Sungai Abang, Nagari Lubuk Alung dan Nagari Sicincin menolak tanahnya dibebaskan. Itu merupakan tanah pusaka tinggi dan lahan produktif," jelas Fajar.

Pembangunan jalan tol ruas Pekanbaru-Padang ini diharapkan segera terbangun sehingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat di Sumatra Barat dan Riau pada khususnya. Baik dari sektor pariwisata, pertanian, kuliner dan dapat memangkas waktu tempuh dari Padang menuju Pekanbaru, sehingga lebih singkat.

"Sampai akhir tahun 2019, Hutama Karya telah membangun 548 km Jalan Tol Trans Sumatra dengan 364 km jalan tol yang sudah beroperasi penuh yakni ruas Bakauheni-Terbangi besar 140 km, ruas Terbangi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung sepanjang 189 km, ruas Medan-Binjai sepanjang 13 km, dan ruas Palembang-Indralaya sepanjang 22 km," terang Bintang Perbowo.

Ruas Bakauheni hingga Kayu Agung, yang merupakan penghubung antara Jawa dan Sumatra, telah tersambung pada November 2019 yang lalu dan manfaatnya telah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan penggiat ekonomi.

"Kita bisa belajar dari ruas Bakauheni hingga Kayu Agung, setelah tersambung, jarak tempuh Lampung hingga Palembang hanya 4-5 jam saja, yang sebelumnya 11-12 jam. Mempercepat waktu tempuh dan memperlancar arus logistik," jelasnya.

Ruas Pekanbaru-Dumai Hingga saat ini progres pembangunan jalan tol ruas Pekanbaru-Dumai sudah mencapai rata-rata 90 persen untuk semua seksi. Ruas tol dengan panjang 131 km dan terbagi menjadi 6 seksi ini ditargetkan selesai pembangunan konstruksinya sebelum Mudik Lebaran 2020.

"Progres ruas tol Pekanbaru-Dumai cukup cepat ya, proses pengadaan tanah hampir 100 persen jadi pembangunan konstruksi juga bisa cepat. Kita targetkan mudik Lebaran sudah bisa digunakan oleh masyarakat," ujar Bintang.

baca juga: Pembalak Liar Gunung Lawu Ditetapkan Sebagai Tersangka

Untuk Seksi 1 sendiri yaitu dari Gerbang Tol (GT) Pekanbaru-GT Minas sepanjang 9,5 Km, sempat dibuka secara fungsional pada saat arus mudik Natal dan Tahun Baru 2020, yaitu pada 23 Desember 2019 hingga 2 Januari 2020. Terhitung 40.518 kendaraan golongan I non bus melintas pada arus mudik tersebut. (OL-3)

BERITA TERKAIT