21 January 2020, 15:44 WIB

Temui Wapres, Asosiasi Fintech Syariah Dorong UKM di Pesantren


Indriyani Astuti | Ekonomi

ASOSIASI Fintech Indonesia mendorong pesantren dapat mengembangkan kewirausahawan melalui pinjaman bagi usaha kecil mikro (UKM).

Menurut Ketua Umum Asosiasi Finctech Indonesia Ronald Wijaya, pesantren dapat meminjam dana dari fintech syariah sebagai modal. Selama ini, kata Ronald, ada keterbatasan atau limitasi jumlah pinjaman dari bank konvensional.

“Fintech bisa berperan karena kalau di lembaga keuangan ada keterbatasan atau limitasi. Fintech bisa mengisi gap itu,” ujar Ronald seusai menemui Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (21/1).

Ia menjelaskan, limit pendanaan dari bank mikro minimal Rp3 juta sedangkan maksimal Rp25 juta. Oleh karena itu, pihaknya ingin mengisi gap tersebut.

Baca juga: KH Ahmad Zaini Sukses Memberdayakan Ekonomi Pesantren

Adapun tujuan pertemuan dengan Wakil Presiden ialah turut mendukung program dan acara One Pesantren One Product yang rencananya akan digelar di Provinsi Banten, Maret 2020.

Pada acara One Pesantren One Product, nantinya seluruh pesantren yang terpilih melalui seleksi akan diberikan program pembinaan terpadu dan ditingkatkan kemampuan daya saing ekonominya serta didampingi untuk proses pengembangan usaha, bersinergi dalam jaringan bisnis yang potensial hingga berhasil menjadi sebuah pondok pesantren yang mandiri

Program tersebut telah dijalankan salah satunya oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mendorong pesantren memproduksi satu jenis barang melalui pelatihan wirausaha, permodalan, packaging design dan marketing dalam berbagai platform daring.

Diakui Ronald, fincteh syariah belum secara resmi dirilis. Pihaknya masih mengurus persyaratan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).(OL-5)

BERITA TERKAIT