21 January 2020, 15:15 WIB

Perubahan Iklim Menjadi Perhatian di WEF 2020


Rifaldi Putra Irianto | Internasional

FORUM Ekonomi Dunia atau World Economic Forum (WEF) kembali digelar tahun ini. WEF yang diadakan setiap pertengahan Januari di Davos, Swiss, ini merupakan tahun ke-50 WEF terselenggara.

Pertemuan yang akan berlangsung pada 21-24 Januari itu, akan mempertemukan para pemimpin dunia hingga pelaku bisnis dunia. Tak kalah menarik isu mengenai perubahan iklim akan menjadi perhatian di Davos.

Baca juga: Serbu Wilayah Perbatan, Meksiko Usir Karavan Imigran

Pada kesempatan tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan aktivis remaja asal Swedia Greta Thunberg akan beradu visi mengenai perubahan iklim. Untuk diketahui, Trump dan Thunberg memiliki pandangan yang bertolak belakang mengenai perubahan iklim. 

Dikutip dari AFP, Thunberg juga dijadwalkan menghadiri sebuah pertemuan di WEF Davos 2020 godi hari pertama. Ia diyakini akan menyampaikan sebuah pesan yang telah menjadi sorotan global, yakni bahwa banyak negara yang gagal atau tidak mau mengambil langkah-langkah antisipatif terkait perubahan iklim.
 
Laporan Global Risks yang dirilis WEF pekan kemarin mengingatkan bahwa "perubahan iklim berimbas lebih keras dan cepat" terhadap kehidupan manusia. Dalam laporan disebutkan jika kondisi terkini tidak diantisipasi, maka temperatur global akan naik menjadi sedikitnya 3 derajat Celcius di akhir abad ini.
 
Pernah terlibat perang kata-kata di Twitter, Trump dan Thunberg kemungkinan tidak akan bertemu secara langsung di Davos. Namun padatnya lokasi serta jadwal di WEF Davos memungkinkan keduanya bertemu secara tak disengaja.
 
Saat Trump dan rombongannya berjalan di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York tahun lalu, Thunberg berada dalam satu ruangan. Foto dirinya yang memperlihatkan tatapan tajam ke arah Trump menjadi viral di internet.

Baca juga: Sebut Virus Tiongkok Sulit Dihentikan, Australia Lakukan Skrining
 
"Perubahan iklim adalah topik panas di Davos," kata Chris Williamson, kepala ekonom IHS Markit. Menurutnya, banyak pihak mulai menyadari bahwa perubahan iklim dapat berdampak buruk bagi perekonomian.
 
Kepala Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen menyinggung mengenai perubahan iklim dalam seremoni penyambutan tamu di Davos. Ia mengatakan bahwa "manusia sudah sejak lama mengambil sumber daya alam, namun sebagai gantinya justru menghasilkan limbah dan polusi." (OL-6)

BERITA TERKAIT