21 January 2020, 09:55 WIB

Seleksi Timnas U-19 masih Panjang


Faj/R-1 | Sepak Bola

PROSES seleksi skuad timnas Indonesia U-19 yang dipersiapkan menghadapi Piala Dunia U-20 2021 mendatang masih panjang. Pemain yang lolos seleksi awal akan menjalani pemusatan latihan di Thailand pada 20 Januari-1 Februari 2020 diminta tidak berpuas diri.

“Masih ada perubahan (skuad). Jadi lihat perkembangan dari Thailand untuk bisa menjadi komposisi baku dan masih ada waktu,” ungkap Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, saat melepas timnas U-19 yang bertolak ke Thailand di Bandara Soekarno-Hatta, kemarin.

Pria yang akrab disapa Iwan Bule ini mengatakan, komposisi skuad bisa bertambah dengan adanya pemain Garuda Select yang saat ini menjalani program latihan di Inggris dan Italia. Beberapa nama pemain timnas U-19 era Fakhri Husaini saat ini tergabung dalam Garuda Select, yakni Bagus Kahfi, David Maulana, Brylian Aldama, dan Fajar Fathurrahman.

“Ini belum baku juga. Bisa bertambah atau berkurang nantinya. Termasuk nanti saya dan pelatih akan ke Birmingham untuk melihat Garuda Select yang sedang berlatih tanding di sana,” kata Iwan.

Asisten pelatih timnas Indonesia, Indra Sjafri, mengaku sistem promosi-degradasi bagus diterapkan untuk menjaga iklim kompetisi antarpemain. Ia mengatakan para pemain bisa bersaing menunjukkan olah bola dan kekuatan fisik selama pemusatan latihan.

“Saya setuju dengan Pak Ketum, masih ada promosi degradasi. Ini awal kita bangun tim,” ungkap Indra.

Selama di Thailand, selain menjalani latihan, 28 pemain yang terpilih akan menjalani enam laga uji coba. Asisten pelatih Nova Arianto mengatakan, lawan yang akan dihadapi dalam uji coba nanti merupakan klub Thailand dan Korea Selatan.

“Program di Thailand akan banyak uji coba karena coach Shin Tae-yong ingin melihat kemampuan pemain dan kita juga bisa melihat apa kekurangan dan kelebihan dari tim ini,” kata Nova.

Selepas latihan di Thailand, timnas U-19 direncanakan akan menjalani latihan di Jepang dan Jerman. Menurut Iwan Bule, itu dilakukan untuk memberi jam terbang dan mematangkan skuad.

“Ada ASEAN, Asia, Eropa. Jadi bertahap. Kalau Jepang mungkin  Februari. Kemudian yang lainnya bertahap,” ungkap Iwan. (Faj/R-1)

BERITA TERKAIT