20 January 2020, 21:00 WIB

Kementerian PU-Pera Tata Kawasan Warerfront di Labuan Bajo


Andhika Prasetyo | Humaniora

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) akan melanjutkan penataan kawasan Waterfront di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 2020.

Upaya itu dilakukan demi mendukung kawasan wisata super premium di kawasan Indonesia bagian timur tersebut.

Penataan Waterfront akan dibagi ke dalam lima zona yakni Zona A Bukit Pramuka, Zona B Kampung Air, Zona C Dermaga, Zona D kawasan Pantai Marina (Inaya Bay) dan Zona E Kampung Ujung.

"Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, seluruh pembangunan infrastruktur untuk Labuan Bajo harus selesai 2020. Semua desain sudah selesai, sudah mulai lelang pada Desember 2019, sehingga kegiatan konstruksi fisik dapat dimulai pada Februari-Maret dan selesai akhir Desember 2020," ujar Basuki melalui keterangan resmi, Senin (20/1).

Pada setiap zona, pengerjaan yang dilakukan pun berbeda-beda.

Baca juga : BNPB Ingatkan Penguatan Mitigasi Bencana di Labuan Bajo

Pada Zona A, pemerintah akan membangun promenade atau kawasan pejalan kaki yang dilengkapi fasilitas berupa taman, kios-kios dan menara pandang di Bukit Pramuka.

Pada Zona B, pengerjaan yang dilakukan meliputi pembangunan ruang-ruang terbuka dengan tema Tangga Bajo.

Panggung-panggung terbuka juga dibangun agar masyarakat dan wisatawan dapat berbaur menikmati pertunjukkan seni tradisional atau atraksi seni lainnya.

Selanjutnya, pada Zona C, akan dilakukan penataan dermaga di kawasan Wae Klambu. Penataan dilakukan dengan memperlebar ruang publik hingga lebih menjorok ke laut.

Di tempt itu akan dibangun juga fasilitas ruang tunggu, kantor pengelola, pusat informasi serta plaza festival.

Baca juga : Jokowi Nikmati Sunset Labuan Bajo dari Kapal Phinisi

Saat ini pesisir pantai tersebut menjadi lokasi bersandar kapal-kapal wisata berbagai jenis, phinisi maupun yacht, dan menjadi pintu masuk wisatawan mancanegara melalui laut. Sementara, semua kegiatan wisata laut masih bercampur aksesnya dengan kegiatan peti kemas.

Kemudian, Zona D, merupakan area komersial yang disebut dengan kawasan Pantai Marina yang dikelola ASDP Kementerian BUMN. Pada zona itu akan dilakukan penyelarasan trotoar dengan desain yang sama di sepanjang Jalan Soekarno Hatta Bawah.

Yang terakhir, Zona E, merupakan pengembangan dari kawasan wisata kuliner Kampung Ujung yang telah dibangun oleh Kementerian PU-Pera pada 2018.

Pada kawasan itu, wisatawan dapat menikmati beragam olahan seafood ditepi laut dengan tenda-tenda yang bisa menjadi spot untuk swafoto. (OL-7)

BERITA TERKAIT