21 January 2020, 03:35 WIB

Chrysopogon Zizanioide si Rumput Ajaib


MI | Humaniora

TANAMAN vetiver (Chrysopogon zizanioide) tengah dicari banyak orang. Pasalnya, selain menahan tanah longsor, ternyata tanaman rumput asal India ini juga mampu mereduksi pencemaran limbah kimia, limbah merkuri, dan limbah medis lainnya.

Dr Jossep Frederick William dari Medicuss Group Bandung menjelaskan, selain mencengkeram tanah dengan akarnya, vetiver ini bisa mengikat racun yang ada di lingkungan, terutama di daerah pertanian dan sekitar daerah aliran su­ngai (DAS) atau pertambang­an emas rakyat.

“Jika ditanam di kawasan yang mengandung limbah, setelah 3-6 bulan, vetiver ini berubah menjadi golongan B3. Oleh karenanya, jangan diambil atau dipanen serta dimanfaatkan buat diambil ekstraknya oleh masyarakat, juga jangan dibakar,” sebut Jossep saat ditemui, pekan lalu.

Nama vetiver sontak menjadi pembicaraan banyak ­orang, dari masyarakat awam, pemerintah, hingga para ilmuwan pascabencana tanah longsor dan banjir bandang di Sukajaya, Kabupaten Bogor, dan Lebak, Provinsi Banten, pada awal tahun ini.
Bencana itu menewaskan puluhan orang.
Presiden Jokowi segera menginstruksikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk segera menanam ‘rumput ajaib’ itu.

Namun, anggota Komunitas Vetiver Irma Hutabarat mengingatkan masyarakat agar tidak salah paham. Ia menjelaskan, yang ditanam sebagai penahan longsoran bukanlah jenis akar wangi, melainkan vetiver system untuk mitigasi bencana longsor .

“Di Garut dan beberapa tempat, yang ditanam adalah akar wangi, yang diambil akarnya untuk bahan baku parfum Vetiveria zizanioides. Yang kami tanam adalah bibit yang berbeda, pencegah longsor, Chrysopogon zizanioides, dengan daun yang keras dan tegak lurus,” sebutnya.

Menurut Irma, harus dibedakan, Chrysopogon zizanioides memiliki fungsi konservasi untuk mencegah longsoran, banjir, dan menjernihkan air. “Satu-satunya tanaman yang akarnya serabut, tetapi berkekuatan 1/6 kawat baja.”

Senada, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Agus Wibowo mengatakan, akar vetiver mampu menembus lapisan setebal 15 sentimeter yang sangat keras. Ujung akar vetiver menjadi semacam jangkar hidup yang kuat.

Keajaiban vetiver untuk mitigasi bencana telah diakui PBB dan World Bank. Bank Dunia bahkan membentuk organisasi khusus bernama The Vetiver Network International (TVNI). (Fer/Iin/H-2)

 

BERITA TERKAIT