20 January 2020, 18:32 WIB

Revitalisasi Monas Pakai Anggaran 2019, DPRD Minta Setop


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

SEKRETARIS Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dari Fraksi PDI Perjuangan, Pandapotan Sinaga berang atas jawaban berbelit dari pihak pengelola Monas soal penebangan ratusan pohon.

Ia meminta agar proyek revitalisasi tersebut dihentikan lantaran anggaran yang digunakan dari APBD 2019.

"Disetop dulu ini kerjaan (revitalisasi Monas). Tidak ada pekerjaan anggaran 2019 dikerjakan di 2020. Saya minta ini disetop," tegas Pandapotan di kawasan Selatan Monas, Jakarta, Senin (20/1).

Siang tadi rombongan Komisi B sidak untuk melihat langsung revitalisasi Monas di kawasan Selatan. Mereka bertemu dengan Kepala Sub Bagian Tata Usaha Unit Pengawas Kawasan Monas, Endrati Fariani.

"Yang ditebang ada 191 pohon," kata Endrati.

"Bakal dipindahkan kemana bu? Memangnya pohon besar-besar itu bisa dipindahkan? Enggak bisa," kata Pandapotan.

Baca juga: Kaget Lihat Kondisi Monas, DPRD: Kami Kecolongan

Endrati pun tidak bisa menjawab dengan rinci soal penebangan pohon tersebut. Pandapotan mengatakan jika revitalisasi Monas digunakan seharusnya sudah kelar dalam waktu 50 hari. Diketahui, kontrak pengerjaan revitalisasi Monas sejak November 2019 lalu.

"Pekerjaannya ini adalah anggaran 2019, dikerjakan tahun 2020. Masa pekerjanya kita cek 50 hari kerja. Saya terkejut juga melihat pekerjaan ini, kok dipaksain seperti ini," kata Pandapotan.

Anggota Komisi B, Gilbert Simanjutak yang ikut sidak ke kawasan Monas tersebut juga angkat bicara.

"Pohon yang besar, mau sampai kapanpun enggak mungkin ditanam ulang. Pasti ditebang. Mau pakai kamuflase apapun, pasti ditebang lalu ditanam baru. Apalagi, pohon seperti Jacaranda sebesar ini tidak mungkin pindah," tandas Gilbert. (OL-4)

BERITA TERKAIT