20 January 2020, 17:21 WIB

Antisipasi Antraks, Ribuan Hewan Ternak di Gunung Kidul Divaksin


Atalya Puspa | Humaniora

MENGATASI penyebaran bakteri antraks, sebanyak 1.500 hewan ternak di wilayah Gunung Kidul, Yogyakarta, mendapat vaksinasi. Langkah itu merespons kejadian luar biasa (KLB) antraks yang menjangkit 21 warga Gunung Kidul dan menyebabkan 1 warga meninggal.

"Saat ini, dilakukan pembatasan untuk ternak di Desa Gombang, sambil dilakukan pengobatan, antibiotik dan vaksin secara terbatas. Sudah lebih 1.500 kambing sapi yang divaksin antraks. Untuk orang 579 orang telah di-scan, dan dipastikan tidak menjadi bagian dalam kausus antraks," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Anung Sugihantono, di gedung Kementerian Kesehatan, Senin (20/1).

Lebih lanjut, Anung menjelaskan KLB antraks yang terjadi di Gunung Kidul disebabkan kurangnya edukasi yang diperoleh masyarakat dalam mengurus hewan ternak. Terlebih, Gunung Kidul sebagai salah satu lumbung ternak di Yogyakarta belum memiliki rumah pemotongan hewan ternak formal.

"Masyarakat memang belum menyadari bahaya antraks dari kematian hewan. Jadi kotorannya ditaruh di belakang untuk pupuk. Ini juga sudah disadari oleh bupati sebagai perilaku yang tidak tepat untuk mengelola hal semacam itu," papar Anung.

Anung menekankan pentingnya edukasi bagi peternak di wilayah Gunung Kidul. Untuk mencegah penyebaran antraks kepada manusia, harus dilakukan tindakan kepada hewan. Sebab, tidak ada vaksinasi untuk pencegahan penyakit antraks pada manusia.

"Kalau hewan sakit tidak dapat dipotong dan dibagikan. Pastikan hewan sehat, karena antraks ada vaksin untuk hewan, tidak dengan manusia. Petugas juga harus dipastikan melalukan sanitasi yang baik," tutur Direktur Pencegahan dan Pengendalian Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi.

Selain itu, tata cara mengubur hewan yang mati juga harus diperhatikan. Bila perlu, diberikan disinfektan untuk menghindari penyebaran spora antraks.(OL-11)

BERITA TERKAIT