20 January 2020, 12:19 WIB

MER-C Sebut Almarhum Joserizal Sosok Inspiratif


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

PENDIRI sekaligus Dewan Pembina organisasi kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Joserizal Jurnalis meninggal dunia di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, Senin (20/1) pagi.

Presidium MER-C Arief Rachman mengungkapkan almarhum meninggal akibat sakit jantung yang sudah dideritanya cukup lama. Kondisi Joserizal semakin menurun selama tiga tahun terakhir.

“Dua tahun lalu, karena penurunan kondisi fungsi jantungya diputuskan untuk dipasang pacemaker dan akhir Desember kemarin mengalami gangguan lagi sehingga keluarga dan kami dari Mer-C memutuskan membawa beluau ke RS Harapan kita tempat beliau biasa kontrol,” ungkap Arief kepada Media Indonesia, Senin (20/1).

Joserizal menjalani perawatan di rumah sakit itu selama 24 hari dengan kondisi yang naik turun, hingga pada Senin (20/1) pukul 00.38 WIB almarhum menghembuskan nafas terakhirnya.

Saat ditanya tentang sosok mendiang di mata para rekan kerjanya, Arief mengatakan Joserizal merupakan sosok yang inspiratif.

Baca juga: Pendiri MER-C Joserizal Jurnalis Meninggal Dunia

Berbeda dengan orang kebanyakan, imbuh Arief, mendiang adalah tipikal orang yang peduli saat melihat adanya dilema sosial/kemanusiaan.

“Beliau selalu terusik perasaannya ketika ada bencana, konflik, ketidakadilan dan itu mengundang beliau untuk beraksi sendiri maupun mengajak orang lain,” tuturnya.

Terobosan Joserizal di bidang kemanusiaan menjadi magnet dan inspirasi bagi banyak orang. Ide-ide almarhum kemudian turut membuat aksi kemanusiaan saat ini banyak mengalami perubahan.

“Kalau boleh saya bilang bukan hanya di tataran praktis saja, tapi juga bagaimana mengantarkan visi misi di bidang kesehatan itu menjadi sebuah diplomasi kemanusiaan. Jadi sebelum negiosiasi-negosiasi yang sifatnya politikal itu, sisi kemanusian kesehatan sudah bisa masuk untuk menunjukkan bahwa kami itu tulus untuk memediasi sebuah konflik misalnya. Itu yang beliau lakukan untuk konflik di Gaza, Rohingya bahkan di dalam negeri di Poso pun demikian. Itu menjadi sebuah paradigm baru bagi kami para juniornya untuk bagaimana kami bekerja di daerah bencana apalagi daerah konflik yang sifatnya sosial,” terang Arif.

Bagi para juniornya, mendiang merupakan sosok yang sangat tegas. Semasa hidup, Joserizal selalu menekankan pada rekannya agar menjadi pribadi yang jujur.

“Jadi bahasa beliau kami boleh bandel, boleh nakal, tapi yang kami tidak boleh adalah cheating. Jadi jujur itu adalah patokan pertama standar beliau. Jadi kalau kami sudah bisa jujur, yang lainnya mengikuti. Itu yang selalu beliau sampaikan,” tandasnya.

Jenazah Joserizal disemayamkan di Pendopo Silaturahim, Cibubur, Bekasi. Kemudian almarhum disalatkan di Masjid Silaturahum usai dzuhur dan dimakamkan di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur.

Selain rekan dari organisasi MER-C, organisasi massa Front Pembela Islam (FPI) juga turut hadir dalam pemakaman Joserizal.

“Benar sekali (hadir) karena dokter Jose adalah bagian dari keluarga FPI,” ujar juru bicara FPI Munarman.

Joserizal merupakan dokter spesialis orthopedi (bedah tulang) dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).

Joserizal mendirikan MER-C yang aktif membantu para korban perang, khususnya di bidang media.

Dia dikenal sebagai sosok yang tak gentar untuk terjun langsung di wilayah konflik seperti Poso, Afghanistan, hingga Gaza, Palestina. (OL-1)

BERITA TERKAIT