20 January 2020, 07:45 WIB

BPBD DKI: Sistem Deteksi Banjir Peringatkan Warga untuk Mengungsi


Cindy Ang | Megapolitan

KEPALA Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Subejo mengungkap sistem yang disebut disaster warning system (DWS) dipasang guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam mengantisipasi bencana. DWS akan memberi peringatan waspada dan meminta warga bersiap-siap mengungsi.

"Alat ini tidak dimaksudkan untuk mencegah datangnya banjir namun mengingatkan masyarakat untuk bersiap mengungsi dan menyelamatkan barang atau dokumen berharga agar tidak terdampak banjir," kata Subejo dikutip dari Antara, Senin (20/1).

BPBD DKI Jakarta akan segera memasang enam set alat DWS dengan anggaran senilai Rp 4,073 miliar pada tahun ini. Alat tersebut akan tersebar di kelurahan rawan banjir di Marunda, Rawa Terate, Cengkareng Barat, Bukit Duri, Kebon Baru, dan Kedaung Kali Angke.

Baca juga: Petitum Class Action Banjir Sebut Anies Melanggar Hukum

Subejo menuturkan, meski telah membuat pemetaan lokasi pemasangan alat pendeteksi bencana itu, pihaknya akan tetap melakukan kajian kondisi banjir 2020. Sehingga pemasangan alat itu efektif meminimalisasi dampak dari bencana.

"Kami akan kaji kembali secara komprehensif tentang sistem peringatan dini untuk antisipasi kejadian bencana, termasuk DWS sebagai salah satu sarana sistem tersebut," ucap Subejo.

Subejo melanjutkan alat DWS memiliki empat pengeras suara yang dipasang pada satu tiang tinggi. Alat tersebut terhubung langsung dengan sistem di Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPDB DKI Jakarta.

Radius jangkauan bunyi, kata dia, dapat terdengar hingga jarak 500 meter. Sebab DWS menggunakan teknologi VHF digital radio.

Sistem tersebut bekerja memantau tinggi muka air bendungan. Apabila mencapai siaga III, DWS secara otomatis akan mengeluarkan bunyi peringatan akan potensi terjadinya banjir.

Selain alat DWS, BPBD DKI Jakarta juga telah menyiapkan beberapa cara untuk menyebarluaskan peringatan bencana. Mulai dari pesan berantai yang dikirim ke grup-grup Whatsapp kelurahan hingga imbauan petugas yang turun langsung ke lapangan. (OL-1)

BERITA TERKAIT