19 January 2020, 23:29 WIB

Tiga Masalah Ini Jadi Fokus Rian Ernest Jika Pimpin Batam


Antara | Nusantara

BAKAL Calon Wali Kota Batam 2020 dari jalur independen Rian Ernest dengan tagline Batam Baru, melihat permasalahan birokrasi, investasi, dan pengangguran masih menjadi persoalan yang harus segera diselesaikan jika ia nanti diberi kesempatan memimpin Batam.

"Gerakan Batam Baru yang saya usung ini soal mindset dan mentalitas. Perlu ada perubahan mental terutama dalam birokrasi yang ada saat ini," kata Rian kepada Antara, Minggu.

Keluhan masyarakat yang ditemuinya selama enam minggu terakhir saat memperkenalkan diri ke masyarakat Batam, masih banyak keluhan terkait pelayanan publik, bahkan sejumlah hal mendasar tidak diterima oleh masyarakat.

"Hal-hal kecil seperti urusan blangko KTP saja jadi bahan permainan birokrasi. Padahal ini ditujukan buat pelayanan masyarakat yang pendapatannya pas-pasan. Kalau urusan kecil saja dipermainkan, bagaimana urusan investasi besar?" kata Rian.

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini melihat sistem pelayanan publik yang ada di Batam sekarang juga tidak optimal dalam melayani.

Baca juga : Relawan Rian Ernest di Batam sudah Kumpulkan 10 Ribu KTP

"Buat apa ada gedung atau kanal pelayanan publik, tapi pelayanannya buruk dan ruwet. Kalau soal regulasi dan kemudahan perizinan ini tidak segera dibenahi, investor tentu akan terus lari ke Vietnam, Myanmar, dan Kamboja," katanya.

Larinya investor dari Batam menurutnya juga memberi pengaruh pada tingkat pengangguran yang terus meningkat, kondisi itu tentu berdampak langsung pada merosotnya perekonomian di kota yang harusnya jadi pusat industri ini.

Lewat Batam Baru, Rian juga menyoroti persoalan lahan dan perumahan yang dianggap liar. Menurutnya, pemerintah kota tidak bisa membiarkan warga dengan KTP asli Batam digusur dengan ganti rugi hanya uang kerahiman.

"Jangan terlalu pro pengusaha. Warga yang terkena penggusuran juga harus mendapatkan pemukiman layak, tidak cukup hanya dengan uang kerahiman saja. Harus ganti untung," kata mantan staf bidang hukum mantan Gubernur DKi Jakarta Basuki Tjahaja Purnama itu.

Lahan-lahan mangkrak yang biasanya dijadikan praktik landbanking oleh pengusaha nakal juga harus dikembalikan kepada masyarakat. Salah satu visi Rian adalah dengan mengubah lahan mangkrak tersebut menjadi taman ramah anak.

Baca juga : Birokrasi Lamban Berdampak Menurunnya Ekonomi Batam

"Ini harus jadi fasilitas publik. Kita manfaatkan sebagai taman rakyat yang ramah anak. Kota pekerja seperti Batam, membutuhkan ruang terbuka yang bisa dimanfaatkan untuk rekreasi dan fasilitas publik," kata Rian.

Saat ini, Rian melalui Gerakan Batam Baru sudah berhasil mengumpulkan hampir 20,000 dukungan dan KTP seperti yang tertera dalam laman batambaru.com.

Untuk maju di Pemilihan Walikota Batam 2020, Rian yang menggandeng tokoh Batam Yusiani Gurusinga harus mengumpulkan 49 ribu lembar dukungan beserta KTP hingga 15 Februari 2020 nanti.

"Saya optimistis dan senang setelah melihat antusiasme warga Batam mengirim dukungan. Bola sudah bergulir, gerakan ini juga semakin besar. Saya pribadi sangat optimis bisa menjadi Calon Wali Kota Batam pertama dari jalur independen," kata Rian. (Ant/OL-7)

BERITA TERKAIT