19 January 2020, 22:13 WIB

Banjir Bandang Putuskan Jembatan Gantung di Bengkulu, 4 Tewas


Ferdian Ananda Majni | Nusantara

SEBANYAK 4 orang dilaporkan tewas dan 6 lainnya hilang akibat terbawa arus banjir bandang yang meruntuhkan jembatan di Desa Manau Sembilan II, Kecamatan Padang Guci Hulu, Kabupaten Kaur, Bengkulu, Minggu (19/1) sore.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Agus Wibowo mengatakan, Jembatan Gantung Cawang di Desa Manau Sembilan II terputus karena diterjang banjir bandang. Saat terputus, ada puluhan orang di atas jembatan tersebut.

"Jembatan itu putus akibat terjangan banjir bandang," kata Agus dalam keterangannya, Minggu (19/1).

Adapun data korban jiwa meninggal dunia adalah Emilia binti Minut warga Desa Manau IX/2, Yeni binti Kamharudin warga Desa Manau IX/2, Pio bin Didi warga Desa Bungin Tambun, dan Peri Rahman bin Tisri warga Desa Pulau Panggung.

Baca juga : Pasokan Beras di Bengkulu Aman Hingga Mei

Sedangkan 6 orang hilang dan dalam pencarian adalah Mika binti Sus warga Desa Bungin Tambun III, Intan Guspani binti Indi warga Desa Bungin Tambun II, Migi bin Jon Armada warga Desa Rigangan, Gok bin Junar warga Desa Tanjung Ganti I, Ipan bin Ujang warga Desa Pulau Panggung, Viki bin Ida warga Desa Pulau Panggung.

Menurut Agus, dari laporan sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kaur, banjir bandang tersebut dipicu oleh faktor cuaca yang buruk dan intensitas hujan tinggi sehingga menyebabkan banjir.

"BPBD Kabupaten Kaur telah mendirikan posko darurat pencarian di lokasi kejadian," sebutnya.

Hingga kini, tim gabungan dari unsur TNI, Polri, Basarnas dan pemerintah daerah setempat masih terus melakukan upaya pencarian bersama.

"Jumlah kerugian yang ditimbulkan dari peristiwa banjir bandang masih dalam proses pendataan," pungkasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT