19 January 2020, 19:19 WIB

Serangan Misil dari Kelompok Houthi Tewaskan 38 Tentara Yaman


Deri Dahuri | Internasional

SEBUAH serangan yang menyasar sebuah kamp latihan militer di Provinsi Marib, Yaman, menewaskan sedikitnya 38 tentara pemerintah dan melukai puluhan lainnya. Demikian sumber keamanan Yaman melaporkan.

Serangan pada larut malam Sabtu (18/1) melibatkan tiga misil atau roket. Demikian laporan wartawan Aljazeera, Mohammed Alattab, yang melaporkan dari ibu kota Yaman, Sana’a. Serangan  tersebut menargetkan ke kamp tentara pemerintah Yaman dan gudang senjata.

"Korban tewas akan terus bertambah,” lapor Alattab.

Sejauh ini, belum ada klaim tanggung jawab dari kelompok menembakkan misil. Namun laporan televisi Arab Saudi menuduh bahwa pelaku serangan adalah kelompok pemberontah Syiah, Houthi, yang selama ini melakukan perlawanan terhadap pemerintah yang didukung pasukan koalisi yang dipimpin Saudi-Uni Emirat Arab (UEA).  

Televisi Al Ekhbariya mengutip  sumber yang mengatakan bahwa serangan menggunakan misil balistik dan drone tersebut telah merenggut nyawa 60 personel militer Yaman dan melukai puluhan lainnya.

Sebuah sumber terpisah, sumber tenaga medis dari sebuah rumah sakit di Marib, mengatakan para korban tewas yang dibawa sedikitnya 70 personel dalam serangan tersebut.

Setelah serangan ke kamp latihan militer Yaman, dilakukan serangan balasan dari pasukan Yaman yang didukungan Saudi ke target kelompok Houthi yang bermarkas di timur wilayah Sana’a. Menurut sumber pejabat setempat, serangan menewaskan 22 orang dari kedua belqh pihak..

Yemen telah dilanda kekerasan dan kekacauan sejak 2014 saat pasukan Houthi yang didukung Iran menguasai sejumlah wilayah termasuk Sana’a.

Krisis politik di Yaman kian memuncak pada Maret 2015 saat pasukan koalisi yang dipimpin Saudi dan UEA melancarkan serangan udara ke wilayah yang dikuasai pasukan Houthi dan memperkuat pemerintahan dari Presiden Abdrabbuh Mansur Hadi kian kokoh di wilayah tenggara kota pelabuhan, Aden.

Terkait serangan Sabtu (18/1) tersebut, Hadi mengecam dan menyebut sebagai serangan’pengecut dan teroris. Demikian dilaporkan kantor berita Saba yang tak menyebut jumlah korban tewas atas serangan misil tersebut.

“Tindakan memalukan dari milisi Houthi tanpa diragukan tak menginginkan perdamaian karena tak tahu apapun tetapi kematian dan kehancuran adalah barang yang murah bagi Iran di regional,” papar Hadi yang dikutip kantor berita Saba. (APF/Aljazeera/Drd)

BERITA TERKAIT