19 January 2020, 19:05 WIB

Perda Kepemilikan Garasi Dinilai Belum Perlu Diterapkan di Bekasi


Gana Buana | Megapolitan

PERATURAN daerah (Perda) Yang mengatur kepemilikan garasi bagi pemilik mobil dianggap belum perlu diterapkan di Kota Bekasi.

Hal tersebut diungkapkan Ketua DPRD Kota Bekasi, Chairuman J Putro, saat menanggapi spanduk viral di Kota Bekasi di wilayah RW 22, Kelurahan Harapan Jaya, Bekasi Utara.

“Tidak selamanya Perda daerah lain, kita jiplak dan bisa diterapkan untuk Kota Bekasi,” ungkap Choiruman, Minggu (19/1).

Choiruman menyampaikan, kehadiran Perda soal Garasi di Depok dibentuk lantaran masyarakat di wilayah tersebut mengeluhkan banyak mobil parkir sembarangan. Atas hal demikian, muncul keresahan masyarakat.

“Kalau seperti itu mungkin dibutuhkan. Tapi kalau masyarakat memang membutuhkan dan mengganggu, perlu dibuatkan Perdanya,” lanjutnya.

Baca juga : Aturan Wajib Garasi Mobil di Depok

Soal spanduk imbauan yang dipasang Pengurus RW 022, Kelurahan Harapan Jaya, Bekasi Utara nyatanya bisa menyelesaikan masalah tersebut. Sedangkan, aturan daerah dibutuhkan apabila warga setempat tidak menghiraukan imbauan spanduk tersebut.

Perda soal garasi adalah revisi Perda Kota Depok Nomor 2 Tahun 2012 tentang kepemilikan garasi bagi pemilik mobil di kota itu. Perda itu diresmikan dan akan diimplementasikan 2 tahun mendatang. Denda administratif untuk pelanggar perda itu maksimal Rp2 juta.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, spanduk bertuliskan “Siapkan Garasinya Dulu Baru Beli Mobil, Jalan Kampung Adalah Milik Warga Bro, Bukan Garasi Mobil Pribadimu, Jangan Rampas Hak Jalan Untuk Orang Lain” mendadak ramai dibicarakan.

Memang benar, kini jalan tersebut bersih dari kendaraan roda empat.

Dedi menjelaskan, spanduk itu memang sengaja dipasang di 14 titik dari 12 RT yang ada di wilayah RW 22.

Baca juga : Dishub DKI Kaji Aturan Larangan Mobil tanpa Garasi

“Sudah dipasang sejak tiga bulan lalu, Oktober 2019 lah. Karena memang banyak mobil parkir di jalan. Warga yang mau lewat jadi terganggu,” jelas Ketua RW 022, Dedi Haryadi.

Sebelum dipasang spanduk, kata dia, pihaknya telah memberikan selebaran surat kepada warganya agar tidak memarkirkan kendaraan di jalan. Namun, selebaran edaran itu tak dipedulikan. Padahal, jalan lingkungan hanya selebar 3,5 meter.

“Dilihat secara kasat mata, kebijakan ini berhasil. Tidak ada mobil lagi yang terparkir di jalanan seperti dulu, meskipun rata-rata warga memiliki lebih dari satu mobil,” tandas dia. (OL-7)

BERITA TERKAIT