19 January 2020, 17:12 WIB

Pengurangan Curah Hujan Jabodetabek Capai 44 Persen


Ferdian Ananda Majni | Megapolitan

KEPALA Balai Besar TMC-BPPT, Tri Handoko Seto menyebut berdasarkan data Posko TMC menunjukkan bahwa operasi modifikasi cuaca telah mampu mengurangi curah hujan wilayah Jabodetabek hingga mencapai sekitar 44% dari prakiraan.

“Hasil operasi ini juga menunjukkan bahwa curah hujan di wilayah Jabodetabek mampu ditekan lebih kecil daripada rata-rata curah hujan disekitarnya,” kata Tri Handoko di Jakarta Pusat, Minggu (19/1).

Dia menjelaskannya, hingga Sabtu 18 Januari 2020, pelaksanaan TMC telah dilakukan sebanyak 44 sorti dengan total jam terbang lebih dari 95 jam dan total bahan semai yang digunakanlebih dari 73 ton, dengan ketinggian penyemaian sekitar 9.000- 12.000 feet.

"Operasi TMC ini didukung dua unit pesawat TNI-AU, yakni pesawat CN 295 registrasi A-2901 Skadron 2 dan pesawat Casa 212 registrasi A-2105 Skadron 4 Malang," sebutnya.

Sejak 3 Januari 2020, BPPT bekerja sama dengan BNPB, TNI-AU dan BMKG memulai penanggulangan banjir di wilayah Jabodetabek dengan cara mempercepat penurunan hujan sebelum mencapai wilayah Jabodetabek.

"TMC misi ini ditujukan untuk meredistribusi dan mengurangi potensi curah hujan di wilayah Jabodetabek. Penerbangan penyemaian dilakukan pada awan-awan potensial hujan di wilayah Kepulauan Seribu, sepanjang Selat Sunda, Ujung Kulon dan sekitarnya," lanjutnya.

Selain untuk penanggulangan banjir, kata dia, TMC juga dapat digunakan untuk keperluan lain antara lain pencegahan bencana kekeringan, mengantisipasi gagal panen, penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

"Hingga mengisi debit air di waduk untuk keperluan pembangkit listrik tenaga air," pungkas Tri. (OL-11)

BERITA TERKAIT