19 January 2020, 17:05 WIB

Hadapi Ancaman Banjir, Eskalasi Operasi TMC Ditingkatkan


Ferdian Ananda Majni | Megapolitan

TIM Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT kembali meningkatkan eskalasi operasi TMC untuk mengurangi ancaman banjir di Jabodetabek, menyusul prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hujan lebat masih berpotensi terjadi di wilayah Jabodetabek pada 17-23 Januari 2020.

Kepala Balai Besar TMC-BPPT, Tri Handoko Seto mengatakan meskipun diperkirakan masih dibawah rata-rata curah hujan pada 1 Januari lalu. Namun, masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti angin kencang, genangan, banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, dan jalan licin.

“Selain prakiraan yang dirilis BMKG, tim TMC-BPPT juga memprediksi bahkan cuaca ekstrem masih akan terjadi hingga 25 Januari. Namun demikian, kami berharap masyarakat tidak panik, namun harus tetap waspada akan kemungkinan hujan ekstrem tersebut. Kami akan berupaya semaksimal mungkin melaksanakan operasi TMC mengurangi ancaman banjir di Jabodetabek,” kata Tri Handoko di Jakarta Pusat, Minggu (19/1).

Secara teknis, kata Tri Handoko, tim TMC secara lebih intensif memonitor pertumbuhan dan pergerakan awan-awan yang diperkirakan akan bergerak menuju wilayah Jabodetabek.

"Monitoring ini dilakukan sejak dinihari hingga setelah matahari terbenam. Awan-awan tersebut jauh-jauh akan segera disemai, biasanya awan-awan tersebut masih berada di Laut Jawa, Selat Sunda dan wilayah Ujung Kulon agar segera turun hujan sebelum memasuki wilayah Jabodetabek,” sebutnya

Pada operasi pencegahan banjir, lanjut dia, tim TMC dalam sehari harus melaksanakan penerbangan penyemaian awan 4 hingga 5 sorti. Berbeda dengan operasi TMC karhutla lalu yang mengoperasikan rata-rata 2 sorti penerbangan penyemaian awan perhari.

“Tentunya pada situasi yang memungkinkan dengan tetap berpegang safety first,” pungkasnya. (OL-11)

BERITA TERKAIT