19 January 2020, 15:03 WIB

Pegaturan Ulang Subsidi LPG 3 Kg Masih Dikaji


Faustinus Nua | Ekonomi

KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan rencana pengaturan ulang subsidi Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kg masih dalam kajian.

Menurut Menteri ESDM Arifin Tasrif, kebijakan subsidi dari terbukan menjadi tertutup pembahasannya harus tepat sasaran dan melibatkan banyak instansi terkait.

"Pembahasan ini tentu saja melibatkan Kementerian dan Lembaga dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat kecil dan juga pengusaha," katanya, Minggu (19/1).

Arifin menilai, pengaturan subsidi LPG 3 kg tertutup tengah dikaji dengan tujuan agar subsidi yang diberikan pemerintah nantinya lebih tepat sasaran. Pemerintah selanjutnya akan mendata warga yang benar-benar membutuhkan subsidi dari pemerintah.

"Maksudnya subsidi tertutup kita identifikasi dulu kira-kira yang memang berhak menerima tapi nggak batasi, yang menerima tetap menerima. Cuma teregister dan terdaftar jadi bisa teridentifikasi untuk cegah terjadi 'kebocoran'," jelasnya.

Dia menegaskan bahwa pada dasarnya Pemerintah berkomitmen memberikan akses energi yang merata kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa ada pihak yang dirugikan. "Kami di Kementerian ESDM memiliki visi bagaimana bisa menyediakan energi untuk seluruh lapisan masyarakat dengan menyesuaikan kemampuan masyarakat," tegasnya.

Pemerintah sendiri berusaha terus menekan angka subsidi energi agar lebih tepat sasaran dan digunakan untuk sektor yang lebih produktif. Pada tahun 2020, Pemerintah memproyeksikan subsidi LPG 3 kg sesuai APBN sebesar Rp50,6 triliun.

Besaran subsidi tersebut lebih rendah dibandingkan pada tahun 2018 yang mencapai angka Rp58,1 triliun untuk subsidi LPG 3 kg.(OL-11)

BERITA TERKAIT