19 January 2020, 14:06 WIB

Terbentuk 2.400 Keluarga Tangguh Bencana di Banyumas


Lilik Darmawan | Nusantara

TERBATASNYA sumber daya manusia (SDM) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas, Jawa Tengah (Jateng), mendorong institusi setempat menguatkan peran keluarga dalam mitigasi bencana. Nantinya nantinya keluarga akan lebih mampu tanggap dan siap menanggulangi bencana, melalui program Keluarga Tangguh Bencana (Katana).

Kepala Seksi Pencegahan BPBD Banyumas Catur Hari Susilo mengatakan karena terbatasnya personel, maka BPBD Banyumas mendorong program Katana.

"Dalam program ini, keluarga menjadi basis dalam rangka mitigasi bencana maupun pada saat penanganan bencana. Peran keluarga ditingkatkan kemampuannya, sehingga mereka dapat menjadi keluarga yang tangguh," ujarnya pada Minggu (19/1).

Dijelaskan oleh Catur, pembentukan Katana tersebut berbarengan dengan dibentuknya desa tanggung bencana (Destana).

"Dalam beberapa tahun terakhir, BPBD Banyumas telah membentuk sebanyak 25 Destana. Untuk jumlah keluarganya, telah mencapai sebanyak 2.400 Katana. Ribuan keluarga itu telah memahami upaya mitigasi dan penanganan bencana," kata dia.

Pada tahun 2020, BPBD Banyumas berencana membuat dua Destana. Dari sinilah, nantinya terbentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB).

baca juga: Tidak Ada Pengusiran, Warga Disabilitas Kembali ke Wyata Guna

"Kami juga berharap, pemerintah desa (Pemdes) dapat memanfaatkan dana desa untuk pembentukan Destana. Termasuk di dalamnya adalah pembelian peralatan penanganan bencana maupun peningkatkan keterampilan dalam mitigasi bencana," jelasnya. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT