19 January 2020, 13:25 WIB

Beras Program BPNT Diduga Mengandung Plastik


Mohammad Ghozi | Nusantara

WARGA Desa Pajenangger, Kecamatan Arjasa, Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menemukan beras Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang diduga palsu. Beras program bantuan untuk warga miskin tersebut diduga mengandung plastik. Menurut warga, selain saat dimasak beras tersebut tidak seperti beras yang biasa mereka konsumsi, beberapa orang warga yang mengkonsumsinya merasakan mual dan sakit perut.

"Berasnya terasa kenyal dan tidak hancur saat dikepal-kepal di tangan," kata Fathullah, warga Pajenangger, Minggu (19/1).

Secara kasat mata, kata dia, beras itu tidak beda dengan beras biasanya. Hanya setelah dimasak, beras tidak mengembang dan tidak bisa dihaluskan.

"Beras yang diduga mengandung plastik itu sepertinya.sengaja dicampur dengan beras asli sehingga tidak terlalu nampak," katanya.

Kepala Desa Pajenangger, Surahwi, mengatakan setelah mendapatkan keluhan dari warganya, pihaknya langsung memerintahkan agar beras tersebut dikumpulkan di balai desa untuk dikembalikan ke supliyer.

"Tapi yang kami perintahkan untuk dikembalikan hanya yang diduga mengandung plastik," ujarnya.

Ia menjelaskan, beras yang digunakan sebagai beras BPNT di desanya, tidak hanya satu merek. Dan yang diduga mengandung plastik hanya satu merek,namun ia menolak menyebut merek beras tersebut.

"Saat beras itu sampai di sini, kami sudah memeriksa. Tapi hanya melihat sekilas dari luar bungkus dan nampak seperti beras yang bagus dan sangat layak konsumsi," jelas Surahwi.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep, Mohammad Iksan, mengatakan pihaknya akan segera mengambil sampel beras yang diduga mengandung plastik tersebut untuk diteliti di Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPPOM) atau ke Badan Riset dan Standarisasi (Baristand) Industri di Surabaya.

"Penelitian itu untuk memastikan apakah benar beras tersebut mengandung unsur plastik atau tidak," katanya.

baca juga: Harga Cabai Merah di Larantuka Rp100 Ribu/kg

Jika memang terbukti mengandung plastik, Dinsos akan melakukan langkah hukum tethadap rekanan dan perusahaan yang memproduksi beras tersebut.

"Kami sudah berkoordinasi dengan kepolisiam dan meminta kasus ini ditangani secara tuntas," kata Iksan. (OL-3)

BERITA TERKAIT