19 January 2020, 08:10 WIB

Klopp Optimistis Rekor the Reds Berlanjut


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Sepak Bola

ARSITEK Liverpool Juergen Klopp menekankan anak asuhnya bermain secara taktis dan meminimalkan kesalahan saat menjamu Manchester United di Anfield, malam ini.

Klopp tahu jika Harry Maguire dan kolega diprediksi bisa menjadi yang pertama mengalahkan Liverpool. Namun, di kandang sendiri, rekor tidak pernah kalah sepanjang 38 laga Liga Primer, tidak bakal begitu saja dibiarkan terhenti.

Klopp juga tidak ingin pecah konsentrasi dengan upaya membandingkan anak asuhnya sebagai tim yang mereplikasi dominasi Manchester United era Sir Alex Ferguson. Itu setelah the Reds musim ini tampil digdaya dengan hanya kehilangan dua poin dari 21 pertandingan. Di bawah Ferguson, MU memenangi 13 gelar, sebuah hegemoni yang menurut Klopp tidak mungkin dilakukan sebuah tim di zaman modern.

“Sejujurnya, saya tidak berpikir kami mungkin mencapai tingkat dominasi mereka (MU) lagi,” tegas Klopp.

Pelatih asal Jerman pun optimistis timnya telah membuat beberapa keputusan bagus yang menyebabkan pemain asuhannya menjadi lebih baik untuk merengkuh gelar Liga Primer.

Komposisi tim saat ini membuat Klopp percaya diri bisa mengatasi tim tamu yang saat ini dibesut Ole Gunnar Solskjaer, legenda MU dengan enam trofi juara Liga Primer bersama Sir Alex.

Solskjaer datang bermodal hasil imbang 1-1 pada pertemuan pertama musim ini di Old Trafford. Itu menjadi satu-satunya laga Liverpool gagal menang musim ini.

Meski mengaku berat untuk menang di Anfield, Solskjaer meyakini bisa merebut kemenangan jika pemainnya bermain sesuai dengan caranya.

“Tentu saja, kami ingin menang, tetapi saya pikir kami harus menemukan cara yang baik untuk menghadapi mereka,” tutur arsitek asal Norwegia yang membawa MU dua kali menahan imbang Liverpool.

Di La Liga, arsitek anyar Barcelona Quique Setien untuk kali pertama diuji saat menjamu Granada di Camp Nou. Setien diharapkan mampu mentrasformasi ilmu sebagai anak didik legenda Barcelona Johan Cruyff, sehingga Lionel Messi bermain pada performa terbaik dan menghadirkan kemenangan.

Kemenangan menjadi bidikan karena posisi Barca dan rival bebuyutan Real Madrid, sama-sama mengoleksi 40 poin hasil 19 kali tanding. Terpeleset dengan gagal meraih angka penuh bisa membuat Barca tercecer dari Madrid yang telah menyelesaikan laga, dini hari tadi. (AFP/goal/Ykb/R-2)

BERITA TERKAIT