19 January 2020, 06:40 WIB

Kami Berharap Dana Nasabah Cepat Dibayar


Putra Ananda | Politik dan Hukum

RUDYANTHO Deppasau hanya pasrah dan berharap pemerintah secepatnya mengembalikan  ratusan miliar dana milik nasabah Jiwasraya.

Pemilik dua polis senilai Rp7 miliar ini sama sekali tidak me­nyang­ka iming-iming investasi dari perusahaan asuransi pemerintah itu berujung gagal bayar.

“Januari 2019 baru diselesaikan polis pertama sekitar Rp2 miliar. Kami berharap dana nasabah cepat dibayar,” tutur pemegang polis Jiwasraya sejak 2017 itu kepada Media Indonesia seusai menghadiri diskusi di Jakarta, kemarin.

Awalnya, Rudy ditawari oleh pihak bank tempatnya menabung untuk membeli produk investasi beserta asuransi Jiwasraya. Dananya berasal dari tabungan miliknya di bank tersebut. Selama berinvestasi di Jiwasraya, Rudy mengaku memperolah bunga 6,5% per tahun.

“Kalau melihat perjanjian formalnya, memang berbalut asu­ransi. Namun, secara materi yang ditawarkan itu bukan asuransi, tetapi investasi,” lanjut Rudy.

Tidak tebersit di benak Rudy ketika investasinya jatuh tempo Jiwasraya akan kesulitan mengembalikan dananya. Terlebih saat awal membeli, staf pemasaran yang mengurusnya kala itu mampu meyakinkan Rudy tentang keamanan berinvestasi di Jiwasraya karena merupakan perusahaan pemerintah.

“Saya enggak curiga. Hanya, pada saat mau jatuh tempo, saya datang untuk mencairkan dana sesuai perjanjian. Ini koq nggak ada tanggapan. Staf pemasaran malah menghindar. Sebagian staf pemasaran bahkan sudah resign,” ujar Rudy.

Kecurigaan ini yang mendorong Rudy dan nasabah lain berhimpun di dalam satu forum pada Desember 2018. Anggotanya sekitar 300 pemegang polis.

“Anggota forum menanamkan investasi berbeda-beda, mulai Rp50 juta sampai Rp30 miliar per polis. Total investasi semua pemegang polis, termasuk teman-teman dari Korea sebanyak 475 orang sekitar Rp500 miliar,” jelas Rudy. (Putra Ananda/X-3)

BERITA TERKAIT