19 January 2020, 00:00 WIB

Antusiasme tidak Terbayar di Dolittle


Try/M-1 | Weekend

FILM Dolittle sesungguhnya punya cukup daya tarik. Selain merupakan cerita klasik yang sudah dua kali sukses difilmkan, versi terbaru pada 2020 ini menampilkan Robert Downey Jr sebagai tokoh utama.

Dolittle yang di Tanah Air rilis mulai Rabu (15/1) menjadi proyek besar pertama Downey setelah selesai sebagai Iron Man di seri Avengers. Lewat peran Iron Man, Downey menjadi pujaan pencinta film dunia, baik dewasa maupun anak-anak.

Kehadiran Downey seolah memberi janji jika film produksi Universal Studios yang digarap sutradara Stephen Gaghan ini bakal seru. Selain itu, Downey yang memang dikenal mumpuni dengan karakter eksentrik juga memberi harapan akan sosok dr John Dolittle yang berbeda dari yang ditampilkan Eddie Murphy pada Dr. Dolittle (1998). Dalam film arahan Betty Thomas itu, Murphy menampilkan Dolittle yang hidup di masa modern. Sosoknya ramah, tapi juga tengil dan penuh kekonyolan.

Ditambah lagi, film ini menggandeng sederet nama besar untuk pengisi suara para hewan kawan Dolittle, di antaranya ialah John Cena, Selena Gomez, dan pemenang Oscar Rami Malek.

Sayang, segala antusiasme tidak terbayar di versi terbaru ini. Memilih latar kembali ke era 1920-1930-an dan menggunakan teknologi CGI untuk hewan-hewannya, film ini gagal menjadi segar karena humor yang garing, bahkan terkadang kasar dan juga karena pemaknaan yang dibangun lewat dialog serta adegan-adegan terasa tidak sampai ke tujuan.

Selain itu, faktor lain yang juga tidak membuat film ini sukses ialah akting Downey sendiri. Seperti yang juga dikemukakan banyak kritikus, Downey seperti kehilangan sentuhannya dalam berakting. Aktor berusia 54 tahun ini juga tidak menghadirkan emosi menyentuh seorang Dolittle yang digambarkan hidup menyendiri bertahun-tahun selepas meninggal sang istri. Kemudian, yang juga mengganggu ialah inkonsistensi aksen yang ditampilkannya.

Plot film berdurasi 1 jam 40 menit ini berinti pada Dolittle yang harus mencari penawar racun untuk Ratu Inggris yang sekarat. Jika gagal, ia harus terusir dari rumah yang selama ini menjadi persembunyiannya dan hewan-hewannya.

Misi menyembuhkan ratu itu mengharuskan Dolittle untuk melawan rasa takut membuka diri kembali berinteraksi dengan manusia, terutama mendobrak rasa takut untuk terluka dengan kenangan akan Lily.

Selama perjalanan menuju destinasi, dia ditemani Tommy Stubbins yang bersikeras ikut bersamanya. Stubbins juga melawan rasa takut dari tekanan pamannya yang memaksa dia terus memburu dan menembak hewan. Pertemuannya dengan John berawal saat dia terdesak harus menyelamatkan marmut yang tidak sengaja ditembaknya.

Tiap-tiap hewan pun sebenarnya juga mengalami rasa takut. Si burung kakatua polinesia merupakan penasihat John Doolittle, yang juga sempat berpetualang bersama Lily. Demikian dengan si gorila Chee-Chee yang mengalami takut akan banyak hal.

Namun, kawan-kawan sesama hewan dan Dolittle tetap percaya dengan keberanian Chee-Chee yang suatu saat akan muncul. Setiap mereka saling menjaga untuk bisa bersama melawan ketakutan, melawan penjahat bajak laut, oknum jahat Istana Buckingham, serta melepas ketakutan diri sendiri. (Try/M-1)

BERITA TERKAIT