19 January 2020, 06:00 WIB

Harapan Kemakmuran dari Yu Sheng


Fetry Wuryasti | Weekend

BAGI keturunan Tionghoa, Tahun Baru Imlek dipenuhi harapan agar keinginan terpenuhi, dilimpahkan rezeki, kesuksesan, kejayaan, dan kebahagiaan. Meng­awali Tahun Baru juga pas berbagi dengan keluarga.

Guna menyambut kehadiran tahun tikus logam, restoran autentik tradisional makanan Tiongkok Din Tai Fung menghadirkan yu sheng. Yu sheng merupakan makanan tradisi keluarga Tiongkok yang disantap setelah selesai berdoa saat Imlek. Yu berarti ikan dan sheng berarti mentah.

“Yu sheng selalu dikeluarkan ketika menyambut Tahun Baru. Tahun Baru selalu diisi dengan keinginan dan doa kebahagiaan,” ujar Assistant General Manager Operation Din Tai Fung, Suhartojo Tatang, di Jakarta, Jumat (10/1).

Seharusnya hidangan yang bisa dipesan pada 13 Januari-2 Februa­ri ini menggunakan ikan mentah. Namun, Din Tai Fung memutuskan menggunakan ikan salmon matang karena ada kabar kualitas ikan sal­mon yang tidak lagi setinggi dulu.

Yu sheng merupakan hidangan salad yang disusun menggunung. Hidangan itu terdiri atas irisan selada air, kol ungu, wortel, dan lobak. Tidak lupa smoke salmon, jus lemon, minyak wijen, wijen putih, kacang, saus hoison, dan kerupuk pangsit.

“Tiap pelengkap itu ada artinya. Tatanannya ada tiga, sayur, salmon dan jus lemonnya, lalu pendamping sausnya antara minyak wijen dan hoisin,” ujar Suhartojo.

Menariknya, setiap langkah penuang­an saus dan bahan pelengkap ada doa yang mengiringinya (lihat grafis). Semua doa yang dilontarkan tidak lepas dari kebahagiaan dan kekayaan yang berlimpah.

Di tahap terakhir, setelah meng­ucapkan doa, seluruh anggota keluarga memegang sumpit dan bersiap mengaduk salad tersebut. Semakin tinggi adukannya, semakin tinggi harapan kesuksesan dan kelimpah­an kekayaan di Tahun Baru yang disambut.

Rasa yu sheng mirip dengan rujak sayuran yang segar, tanpa bumbu kacang. Rasanya manis sedikit pedas dari jahe, tetapi tidak terlalu kental karena teraduk bersama minyak. Campuran lemon pada salmon yang ditaruh di sayuran memberikan sentuhan kesegaran tersendiri.

Yu sheng ukuran kecil (Rp198 ribu) bisa untuk disantap 3-4 orang dan ukuran besar (Rp398 ribu) disajikan untuk 10 orang. Idealnya satu keluarga akan menyantap satu piring yang dimakan secara berbagi menggunakan mangkuk kecil.

Nasi goreng

Tidak hanya yu sheng, sejumlah hidangan lain pun disediakan di sini. Hidangan berat yang cocok untuk berbagi ada sup apel ayam, sapi lada hitam yang menggunakan daging wagyu.

Selain itu, ada lauk yang bisa disantap bersama, seperti stir-fried scallop, prawn, dan broccoli with XO sauce. Hidangan ini berupa tumisan udang dan kerang lembut ditambah brokoli dengan siraman saus XO yang gurih. Sayangnya, saat dicicipi udangnya sedikit terlalu masak.

Hidangan yang menjadi signature dish ialah tri color egg fried rice. Sajian ini berupa nasi goreng yang berisikan telur dan wortel. Tidak ketinggalan stir-fried beef with kailan yang menyuguhkan daging sapi lembut. Mungkin awalnya Anda akan mengira jenis daging sapi itu ialah jenis wagyu, tetapi ternyata bukan. Daging sapi tersebut ialah jenis daging sapi australia.

Hidangan Tionghoa tentunya tidak lepas dari kung pao chicken with cashew nuts. Rasa ayamnya cukup unik karena yang terbayang pertama ialah rasa pedas kung-pao. Nyatanya potongan ayam yang disajikan terasa manis dan asin gurih dari kacang mete.

Bicara restoran Tionghoa tentunya tidak lepas dari dumpling. Di sini tersedia lucky dumpling yang memiliki warna kuning dan merah. Sayangnya, dumpling berisikan ayam dan kaldu ini lebih kuat rasa rempahnya, menutupi rasa yang lain.

Khusus merayakan pergantian tahun dari shio babi ke shio tikus, restoran ini menyajikan kudapan chinese zodiac bun. Kudapan ini berupa bakpau lembut yang dibentuk menyerupai tikus putih kecil, dengan telinga dan buntut berwarna merah jambu dan kuning.

Di dalamnya terdapat isian cokelat yang cukup padat, tetapi tidak menggumpal. Untungnya rasa cokelatnya tidak terlalu manis karena rasa bun-nya pun sudah cukup manis. (M-3)

BERITA TERKAIT