18 January 2020, 20:48 WIB

Polisi Dalami Motif Siswi SMPN 147 Bunuh Diri


Tri Subarkah | Politik dan Hukum

POLISI masih mendalami motif dari SN, salah satu murid SMPN 147, Ciracas, Jakarta Timur melakukan bunuh diri. Hal tersebut disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Hery Purnomo.

"Kalau untuk bunuh diri sudah (dipastikan), motifnya apa yang masih didalami," kata Hery saat dihubungi Media Indonesia, Sabtu (18/1).

Menurut Hery, pihaknya sudah memeriksa enam orang sebagai saksi. Mereka berasal dari pihak sekolah, teman-teman dan keluarga SN. Ia memastikan pemeriksaan terhadap saksi akan terus dilakukan hingga motif dapat diungkap oleh polisi.

Diketahui, pihak sekolah tidak langsung melaporkan kejadian pada Selasa (14/1) ke polisi. Ditanya apakah ada kelalaian dari pihak sekolah, Hery tidak mau menganggap pusing. "Aku ngga ngurus masalah itu," singkatnya.

Menurut Hary, pihak sekolah awalnya menganggap kejadian itu sebagai kecelakaan. Pascameloncat dari lantai empat, SN langsung dilarikan ke rumah sakit. Ia sempat dirawat selama dua hari di RS Polri Kramat Jati.

"Begitu dua hari kemudian di rumah sakit meninggal. Dapat info itu kita lidik, ternyata ada indikasi bunuh diri," pungkas Hery.

Sebelumnya, jajaran Polres Metro Jakarta Timur melakukan olah TKP pada Jumat (17/1) siang. Polisi menemukan kursi yang digunakan SN untuk naik ke atas tembok gedung lantai empat sekolah.

Kepala Sekolah SMPN 147, Narsun berdalih pihaknya fokus menolog SN sehingga tidak melapor ke pihak kepolisisn terlebih dahulu. Ia mengungkap sehari sebelum meninggal pada Kamis (16/1), SN masih mengobrol dengan teman-temannya saat dijenguk.

"Makanya kami nggak lapor polisi karena membaik kondisinya. Lalu tiba-tiba ngedrop," kata Nasrun. (OL-4)

BERITA TERKAIT