18 January 2020, 18:07 WIB

Pesona Ginting Sang Giant Killer Berlanjut hingga Ke Final


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Olahraga

PEBULU tangkis tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting sukses menaklukkan bintang tunggal putra asal Denmark, Viktor Axelsen di laga semifinal Indonesia Masters 2020.

Anthony memperbesar asa dirinya untuk menjadi juara setelah lolos dari hadangan Axelsen dengan skor, 22-20, 21-11, saat bermain di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (18/1).

Kemenangan yang diraih pebulu tangkis berjuluk Giant Killer itu tak diraih dengan mudah. Pasalnya, Anthony harus jatuh-bangun terlebih dahulu di gim pertama. Saling kejar-kejaran angka pun sudah terjadi di awal gim.

Kemampuan Axelsen yang punya jangkauan lebih luas di lapangan membuatnya harus berpikir keras. Pebulu tangkis asal Cimahi itu pun menerapkan permainan taktis sehingga Axelsen tak mampu berkutik. Skor dramatis 22-20 diraih Anthony di gim pertama.

Axelsen pun banyak membuat kesalahan sendiri di gim kedua, hingga poinnya terpaut jauh dengan Anthony.

"Saya senang hari ini bukan cuma karena masuk final, tapi tadi mainnya bagus. Saya merasa puas sama performa hari ini, saya bisa mengatasi lawan dengan baik," ujar Anthony.

"Di gim pertama kondisi poin ketat dan kejar-kejaran. Di gim kedua dia banyak mati sendiri, beberapa poin out atau menyangkut, saya coba buat turunkan bola, postur dia tinggi dan kelebihan dia smes bola atas, sebisa mungkin saya nggak kasih ke bagian yang jadi kekuatan dia itu," tambahnya .

Kemenangan ini membuat Anthony layak menjadi momok menakutkan untuk pemain-pemain elite dunia. Dirinya disebut Giant Killer oleh para penggemar bulu tangkis dunia lantaran mampu menaklukkan pebulu tangkis sekaliber Chen Long (Tiongkok), Axelsen, Kento Momota (Jepang) bahkan Lin Dan (Tiongkok).

Anthony mengaku tak terlalu memikirkan hasil, tapi ia lebih fokus pada strategi yang diterapkan di lapangan.

“Saya selalu mencoba bermain bagus di setiap pertandingan. Hasil itu pasti mengikuti penampilan. Jadi fokusnya berusaha main bagus jadi ya itu saja,” ujar Korea Terbuka 2017 itu.

Di babak final, Anthony akan berjumpa dengan pemenang dari duel antara Anders Antonsen (Denmark) atau Lee Cheuk Yiu (Hong Kong).

"Kalau dilihat, keduanya sama-sama bagus, mereka lagi percaya diri habis mengalahkan pemain yang bukan sembarangan. Bisa dibilang mereka lagi on fire. Akan saya bicarakan lagi dengan pelatih, secara garis besar sudah tahu permainan mereka seperti apa," ujar Anthony.

Anthony punya modal apik saat bermain dalam laga final sebelumnya di Istora. Pasalnya, Anthony mampu meraih podium juara di Indonesia Masters 2018 setelah mengalahkan Kazumasa Sakai asal Jepang. (OL-4)

BERITA TERKAIT