18 January 2020, 17:48 WIB

Dana Rp4 M Peringatan Bencana tak Hanya untuk Pengeras Suara


Ilham Pratama | Megapolitan

KEPALA Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Subejo, menyebut alat peringatan dini banjir atau disaster warning system dengan anggaran Rp4 miliar tidak hanya untuk toa atau pengeras suara. Ada komponen lainnya dalam anggaran Rp4 miliar itu.

"Jadi komponennya tidak hanya speaker, ada tiangnya, stasiun radio, transmisi, wireless, kemudian ada storage battery jadi satu kesatuan sistem," kata Subejo seperti dilansir dari Medcom.id, Sabtu (18/1).

Baca juga: Warga Kampung Melayu Urunan Beli Toa untuk Peringatan Banjir

Menurutnya, DWS sangat efektif dalam memberikan informasi bencana. Radius suara DWS mencapai 300 meter.

"Ini salah satu sistem peringatan dini. Sistem yang ada di hilir. Sementara di hulu adalah data potensi bencana yang dikelola BMKG dan lainnya," jelas dia.

Guna penyebaran peringatan dini yang lebih masif, Subejo mengingatkan masyarakat untuk turut dalam menyebar informasi. Salah satunya melalui pengeras suara di rumah ibadah.

"Berarti bisa lebih siap. Kalau Depok tiga jam lagi nih, kalau Manggarai sekitarnya bikin 6 jam lagi nih air mau datang (dari Katulampa). Kalau ada lantai dua, ke lantai dua atau diungsikan ke tempat yang lebih aman dulu gitu kan sudah tahu," kata dia.

Dalam catatannya, saat ini DKI Jakarta telah memiliki 24 DWS yang tersebar di 14 kelurahan. Masing-masing kelurahan terdapat tiga alat DWS.

Untuk Jakarta Barat, ada di kelurahan Kapuk, Kembangan Utara, dan Rawa Buaya. Untuk Jakarta Timur ada di kelurahan Cawang, Cipinang Melayu, Kebon Pala, Kampung Melayu, dan Bidara Cina. Sementara di Jakarta Selatan terletak di Cipulir, Pangadengan, Cilandak Timur, Pejaten Timur, Ulujami dan Petogogan. (Medcom.id/OL-6)

BERITA TERKAIT