18 January 2020, 16:41 WIB

BPBD DKI Jakarta: Toa Peringatan Bencana tak Hanya untuk Banjir


Ilham Pratama | Megapolitan

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, menyebut toa atau pengeras suara peringatan bencana tak hanya untuk peringatan banjir Ibu kota. Sistem yang disebut Disaster Warning System (DWS) ini juga menginformasikan bencana alam lainnya.

"Jadi bukan hanya info ketinggian air di Katulampa saja misalnya. Tapi semua peringatan dini bencana, entah itu cuaca buruk dan lain-lain," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) DKI Jakarta, Subejo, Sabtu (18/1).

Baca juga: Warga Kampung Melayu Urunan Beli Toa untuk Peringatan Banjir

Pengelolaan DWS, kata dia, dikoordinasikan dengan beberapa pihak sebelum disiarkan.

"Kita transmisi dari BPBD, dari call center 112, pengolahan data oleh BMKG dan lainnya yang kita kirim ke masyarakat. Juga nanti ke aparat dia bisa tidak lanjut tuh dia hubungi RW-nya, tokoh masyarakatnya," jelas Subejo.

Guna penyebaran peringatan dini yang lebih masif, Subejo mengingatkan, masyarakat untuk turut dalam menyebar informasi. Salah satunya melalui pengeras suara di rumah ibadah.

"Berarti bisa lebih siap. Kalau Depok tiga jam lagi nih, kalau Manggarai sekitarnya bikin 6 jam lagi nih air mau datang (dari Katulampa). Kalau ada lantai dua, ke lantai dua atau diungsikan ke tempat yang lebih aman dulu gitu kan sudah tahu," kata dia.

Terkait anggaran besar yang mencapai Rp4 Miliar, Subejo menjelaskan, rincian satu set DWS. Ada banyak komponen yang menyebabkan anggaran yang dikeluarkan besar.

"Jadi komponennya tidak hanya speaker, ada tiangnya, stasiun radio, transmisi, wireless, kemudian ada storage battery jadi satu kesatuan sistem," pungkas dia.

Pemprov DKI Jakarta akan menambah enam set alat yang digunakan untuk sistem peringatan dini atau early warning system (EWS) bencana pada tahun 2020. Alat yang digunakan bernama alat disaster warning system (DWS).

Baca juga: Akar Pohon Disinyalir Penyebab Jalan Cikini Banjir

"Untuk tahun 2020 ada kok anggarannya. Pengadaan DWS enam set, anggaran total Rp4,07 miliar," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta, M Ridwan.

Selain itu, kata Ridwan, ada lagi anggaran untuk pemeliharaan 15 set DWS yang sudah dimiliki Pemprov DKI. (Medcom.id/OL-6)

BERITA TERKAIT