18 January 2020, 10:30 WIB

MU VS Liverpool, Potensi Perang Sayap di Anfield


Yakub Pryatama | Sepak Bola

MANCHESTER United bakal berjumpa sang rival Liverpool di Anfield, pada pekan ke-23 Liga Inggris, Minggu (19/1).

Kedua tim memiliki rivalitas yang cukup tinggi lantaran keduanya adalah peraih terbanyak trofi di Liga Inggris.

Pasukan Ole Gunnar Solskjaer tak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk menjadi tim pertama yang mengalahkan The Reds musim ini. Meski bermain di Anfield, United bakal fokus mengandalkan kecepatan serangan balik demi putuskan rekor Liverpool. Artinya, perang sayap antarkedua tim bakal menjadi kunci.

Hal ini mengacu pada MU yang menjadi satu-satunya tim yang berhasil menahan imbang Liverpool di liga musim ini. Pada Oktober silam, United memaksakan laga imbang 1-1 di Old Trafford.

Saat itu, United menggunakan formasi mengejutkan 3-4-1-2 dengan Marcus Rashford dan Daniel James bermain sebagai striker, membuat tekanan luar biasa pada kedua sisi bek tengah Liverpool.

Artinya, racikan Solskjaer mampu meregangkan pertahanan kokoh yang digalang Virgil Van Dijk.

Baca juga: Solskjaer Harap Rashford Bisa Tampil Kontra Liverpool

Namun, taktik tersebut membuat United hanya punya tiga bek untuk menangkis serangan tiga penyerang Liverpool.

Jika United betul-betul ingin menyakiti Liverpool, Solskjaer harus melakukan hal yang sama di Anfield, dengan menggunakan variasi 3-4-1-2.

Rashford mungkin melewatkan pertandingan karena cedera dan itu bisa berarti Anthony Martial dan James di depan. Atau Solskjaer bakal bermain dengan 3-4-3, mengandalkan James dan Jesse Lingard di belakang Martial.

Apa pun itu, tujuan utama kali ini adalah menjadi lebih berani demi memutus rekor dan mencuri poin penuh di kandang.

Pasukan Jurgen Klopp tentu harus mewaspadai United yang memiliki kecepatan dalam serangan dan strategi reaktif untuk memanfaatkannya.

United juga telah memenangkan 14 poin dari delapan pertandingan melawan 'Enam Besar' plus Leicester musim ini.

Fakta tersebut mencerminkan strategi taktis yang sangat bergantung pada tim lain yang memegang mayoritas bola, seperti Liverpool. (goal/OL-5)

BERITA TERKAIT