18 January 2020, 08:55 WIB

Persaingan tiada Akhir Dua Merah


Dewan Redaksi Media Group Suryopratomo | Sepak Bola

THE Red dan Red Devils bukan hanya dua tim ‘Merah’ yang kotanya saling bertetangga. Mereka ialah dua tim yang saling bersaing untuk menjadi yang terbaik di Inggris. Keduanya merupakan klub yang paling sering menjuarai Liga Inggris. Manchester United tercatat 20 kali menjadi juara, sementara Liverpool 18 kali menjadi yang terbaik.

Tidak usah heran apabila semangat persaingan itu terasa setiap kali kedua kesebelasan saling berhadap­an. Ibaratnya boleh kalah dari tim yang lain, asal tidak boleh yang satu ini. Pada Minggu (19/1) malam besok giliran Liverpool yang menjamu MU di Anfield.

Pada pertemuan pertama di Theater of Dream, Old Trafford, ‘Setan Merah’ nyaris menumbangkan ‘Tim Merah’. Hanya gol Adam Lallana lima menit menjelang bubaran menyelamatkan Liverpool dari kekalahan. Itulah satu-satunya pertandingan yang menggagalkan ‘Tim Merah’ untuk bisa merebut tiga angka penuh.

Tim asuhan Juergen Klopp memang tidak terkalahkan dalam 21 pertandingan pertama di musim ini. Mereka menjadi klub Eropa pertama yang mampu mengumpulkan 61 poin sejak musim kompetisi kali ini digelar.

Bayang-bayang juara sekarang tampak di depan mata para pemain Liverpool. Namun, bek kanan Andrew Robertson mengingatkan rekan-rekannya untuk tidak terlena, apalagi seakan-akan sudah merasa juara.

“Semua rekor itu tidak ada artinya kalau kita tidak menjadi juara. Kita tidak boleh terlena karena sudah sering kali kita gagal di akhir kompetisi. Kita harus ingat bahwa semua tim sekarang hanya mempunyai satu tujuan, yakni menjadi kesebelasan pertama yang bisa mengalahkan kita,” ujar Andy Robertson, mencoba mengingatkan rekan-rekannya.

Sekarang memang orang menunggu sampai kapan Liverpool mampu bertahan untuk tidak terkalahkan. Pekan lalu Tottenham Hotspur sudah berupaya dengan berbagai cara untuk menghentikan ‘Tim Merah’, tetapi tim asuhan Jose Mourinho akhirnya harus menyerah juga 0-1.

Kekuatan penuh

Liverpool pantas bersyukur menjelang pertemuan dengan ‘Setan Merah’, kekuatan timnya kembali pulih. Gelandang bertahan asal Brasil, Fabinho, sudah pulih dari cedera dan dipastikan bisa tampil besok malam.

Di jantung pertahanan, Klopp juga pantas lebih tenang karena ia mempunyai banyak pilihan. Pulihnya Joel Matip membuat ia bisa merotasi Virgil van Dick dan Joe Gomez. Di Kejuaraan Antarklub Dunia, Klopp sempat menarik kapten kesebelasan untuk bermain sebagai center-back karena hanya tinggal Gomez yang siap untuk dimainkan.

Tidak berlebihan apabila mantan bintang Liverpool, Michael Owen, merasa yakin bila klub lamanya akan memenangi pertarungan besok malam. “Terakhir, Manchester United bisa menang di Anfield, itu empat tahun lalu melalui gol tunggal yang dicetak Wayne Rooney. Di tangan Klopp, Liverpool 51 kali tidak pernah bisa dikalahkan di Anfield sehingga saya yakin kalau besok mereka akan mencatat kemenangan ke-52 kali,” ujar mantan bintang tim nasional yang kini menjadi komentator BBC.

Terutama, kehadiran Fabinho akan membuat kekuatan Liverpool semakin menakutkan. Gelandang ada Brasil itu merupakan jantung kekuatan ‘Tim Merah’ karena selalu ada dalam permainan, baik ketika Liverpool keluar menyerang maupun saat harus bertahan.

Kehadiran kembali Fabinho membuat Henderson bisa fokus mendukung trio penyerang Sadio Mane, Roberto Firmino, dan Mohammed Salah. Begitu pula dengan gelandang asal Belanda, Georginio Wijnaldum. Kekompakan ketiganya membuat Liverpool tidak pernah terlihat panik, tetapi justru begitu mulus untuk melakukan transisi.

Kematangan bermain dari 11 anggota kesebelasan membuat gaya bermain Liverpool paling enak untuk dilihat. Gegen-pressing ala Klopp benar-benar dipahami semua pemain sehingga mereka bisa cepat menekan lawan ketika kehilangan bola.

Lapangan tengah Liverpool sulit untuk ditandingi karena mereka memiliki dua bek sayap yang sangat agresif. Pasangan Robertson dan Trent Alexander-Arnold boleh dikatakan merupakan dua bek sayap terbaik di Liga Premier saat ini. Mereka tidak hanya mampu memberikan umpan silang yang matang ke kotak penalti lawan, tetapi bisa menjadi second striker yang mematikan.

Kehadiran Matip sendiri semakin mengukuhkan barisan pertahanan Merseyside. Klopp setidaknya bisa merotasi Gomez yang nyaris tidak pernah beristirahat ketika Matip dan Dejan Lovren dibalut cedera. Duet Matip dan Van Dick di jantung pertahanan sangat dibutuhkan oleh kiper Alisson Becker untuk mengantisipasi serangan balik ‘Setan Merah’.
 
Marcus Rashford

Manchester United datang ke Anfield bukan hanya di tengah padatnya jadwal pertandingan yang mereka harus lalui, melainkan juga banyaknya pemain yang mengalami cedera. Ole Gunnar Solskjaer harus berpikir keras karena sembilan pemain utamanya harus duduk di pinggir lapangan.

Pemain terakhir yang membuat Solskjaer khawatir ialah cederanya penyerang sayap Marcus Rashford. Ia langsung menarik keluar Rashford ketika mengerang kesakitan saat tampil menghadapi Wolverhampton di babak ketiga Piala FA, Rabu malam lalu. Padahal, ia baru masuk dan bermain selama 15 menit.

Pelatih asal Norwegia itu sangat mengharapkan Rashford untuk segera pulih dan bisa tampil Minggu malam besok. Rashford merupakan mesin gol dan sudah mencetak 19 gol pada semua kompetisi yang diikuti ‘Setan Merah’. Produktivitas tiga penyerang MU, Rashford-Anthony Martial-Mason Greenwood, jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan trio Liverpool, Sane-Firmino-Mo Salah.

Memang, cederanya Scott McTominay membuat ‘Setan Merah’ kehilangan satu kekuatannya di lapangan tengah. Pilihan terbaik yang tersedia tinggal menugaskan Nemanja Matic untuk berduet dengan gelandang muda, Fred, menahan gempuran gelandang Liverpool.

Apabila Matic dan Fred bisa memainkan peran maksimal sebagai perusak permainan Liverpool, akan sangat membantu empat pemain belakang mengamankan gawang David de Gea. Hanya, kapten kesebelasan, Harry Maguire, tidak boleh berlama-lama memainkan bola di belakang.

Victor Lindelof yang menjadi pasangan Maguire juga sering menjadi titik terlemah. Besok malam, Lindelof harus menunjukkan permainan terbaik bila ingin membantu ‘Setan Merah’ meraih kemenangan ketiga dalam sepekan terakhir ini.

Dua bek sayap Brandon Williams dan Aaron Wan-Bissaka juga harus mampu melapis ketika terjadi kebocoran di belakang. Mereka benar-benar ditantang untuk mampu meladeni dua bek sayap Liverpool dalam membantu serangan maupun menjaga pertahanan.

“Memang pertandingan nanti akan sangat ketat,” ujar Solskjaer. “Tentu kami ingin memenangi pertandingan melawan Liverpool dan saya sudah menemukan taktik yang tepat untuk merebut angka dari mereka.”

Sepanjang para pemain ‘Setan Merah’ disiplin untuk menjaga daerahnya dan tidak membuat blunder di belakang, tim asuhan Solskjaer bisa menjadi tim pertama yang mematahkan dominasi Liverpool. Konsentrasi penuh diperlukan karena para pemain tuan rumah tidak hanya mendapat dukungan penuh dari the Kop, tetapi mereka pintar untuk mencuri gol di awal-awal pertandingan atau akhir pertandingan. Selama ini, dewi fortuna selalu berpihak kepada Liverpool!

 

BERITA TERKAIT