18 January 2020, 04:20 WIB

Polisi Ungkap Website Investasi Palsu


Tri/J-1 | Megapolitan

POLDA Metro Jaya mengungkap kasus penipuan di dunia siber. Empat pria asal Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, ditangkap karena mengelola website per­usahaan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk yang diduga palsu.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, kemarin, menyebut Trimegah merupakan perusahaaan yang bergerak di bidang investasi broker saham.

“5 Desember yang lalu, kami meng-ungkap pelaku penipuan melalui media elektronik. Dia membuat website ini mirip dan autentik sekali,” ungkap Yusri.

Sindikat penipuan tersebut diotaki AW, 24, yang berperan dalam mendaftarkan dan membiayai website tersebut. AW juga mengirimi pesan elektronik secara acak kepada para calon korban.
“Kemudian dia membalas pesan SMS dan WA (WhatsApp) yang ada yang masuk ke nomor HP. Setelah orang yang ditipu mentransfer, dialah orang yang menarik (uang) kalau ada yang sudah masuk ke rekening,” jelas Yusri.

Adapun ND, 29, berperan dalam membuat website PT Trimegah yang palsu. “Ini orang ahli IT, ahli di media sosial,” kata Yusri. ND juga bertugas mencari rekening yang aktif yang digunakan untuk menampung uang hasil kejahatan komplotan tersebut. Sementara dua tersangka lain, yakni SB, 32, dan Ma, 31, disebut Yusri sebagai staf. Mereka bertugas menyediakan, menjual, dan menampung rekening.

Para tersangka sudah melakukan aksi-nya sekitar tiga bulan. Polisi baru mendapatkan enam orang yang menjadi korban penipuan sindikat tersebut dengan nilai kerugian Rp6 juta-Rp20 juta. Namun, Yusri memastikan pihaknya tetap menyusuri kemungkinan korban dan perusahaan lain yang dipalsukan kelompok itu.

Sindikat tersebut, lanjutnya, menjanjikan keuntungan 20% dalam waktu satu minggu. “Ini yang membuat para konsumen yang tertipu mau untuk menginvestasikan dananya kepada PT Trimegah Sekuritas Indonesia palsu,” papar Yusri.

Kanit 2 Subdit Cyber Krimsus Komisaris Adri Desas Furyanto mengatakan sindikat pemalsu website tersebut memang melihat potensi yang besar terhadap PT Trimegah.

“Para tersangka ini memang meng­analisis perusahaan-perusahaan di bidang fintech, forex, broker saham. Mereka lihat PT Trimegah cukup besar. Lalu mereka berinisiatif untuk memalsukan website tersebut,” papar Adri. (Tri/J-1)

BERITA TERKAIT