18 January 2020, 02:30 WIB

Yohana Yusuf: Berkat Kemurahan Tuhan


Gas/M-4 | Weekend

KISAH pilu juga dialami Yohana Yusuf. Sejak kelas 1 SD gadis asal Muntilan, Jawa Tengah, itu, tidak pernah merasakan kasih sayang dari seorang ayah. Keluarga Yohana menjadi korban banjir lahar dingin, akibat dari letusan Gunung Merapi beberapa tahun silam.

Setelah kejadian itu, Yohana berubah menjadi pribadi yang sering merasa putus asa, tak jarang mengeluh atau merasa hidupnya paling menderita. Namun, ketika ia akhirnya memutuskan untuk bergabung ke SPI, di situlah momentum perubahan hidupnya mulai terlihat. Berkat semangatnya untuk berubah dan pantang ­menyerah, saat ini Yohana juga dipercaya untuk memimpin dua divisi, yaitu Eagle Tour & Marketing dan Butterfly Pictures di ­Transformer Center, SPI, selain menjadi co-produser film Anak Garuda.

Tak kalah menarik, Yohana kini juga menjadi mahasiswa angkatan pertama Sekolah Tinggi SPI bersama Sayyida. Berkat kegigihan dan kesabarannya, Yohana mendapat kesempatan yang diimpikan kebanyakan anak muda lainnya, yaitu kuliah sambil bekerja. Adapun keberangkatan Yohana ke SPI sendiri berawal dari pertemuannya dengan sang pendiri, Juliyanto Eka Putra atau yang akrab disapa Koh Jul, ketika berada di tempat pengungsian.

“Berkat kemurahan Tuhan, waktu itu beliau sampaikan ada sekolah gratis. Awalnya tidak percaya, ini beneran atau tidak. Terutama dari kakek-nenek, ketika Yohana menyampaikan dan meminta izin untuk berangkat ke SPI, mereka kaget dan melarang. Karena saya kan perempuan, jadi disayang. Meskipun akhirnya diizinkan,” tuturnya.

Kali pertama tiba di SPI, Yohana mengaku kaget dengan adanya perbedaan. Namun, ia kemudian segera tersadar karena selama tinggal di asrama dirinya juga menemukan banyak teman dari berbagai macam latar belakang suku, ras, dan agama. Dari pertemuan itu ia kemudian semakin melebur bersama anak-anak lain, yang berasal dari berbagai daerah, mulai Sabang sampai Merauke.

Spiritual gardens

Menurut Yohana, selama ini perbedaan memang sangat dihargai di SPI. Sekolah ini bahkan memiliki tempat ibadah bersama untuk enam agama atau yang disebut spiritual gardens. Dari kebersamaan itu pula, Yohana kemudian semakin mendapat motivasi untuk bangkit dari putus asanya dan ditambah dengan keyakinan bahwa dirinya masih punya ibu yang harus dibahagiakan.

Niat baik itu kemudian benar-benar terjawab karena dewasa ini Yohana sudah sering dipercaya untuk bepergian ke luar negeri untuk urusan bisnisnya. “Yohana sangat bersyukur sekali karena di Selamat Pagi Indonesia, Koh Jul dan pembina-pembina lainnya selalu bersedia memberi kesempatan untuk berekspresi dan belajar. Di mana selain untuk membangkitkan kepercayaan diri kami, di luar negeri kami juga bisa belajar langsung, misalnya, ke Disneyland, atau ke pastry-pastry untuk belajar dan kita bawa kembali ke SPI,” tuturnya. (Gas/M-4)

BERITA TERKAIT