18 January 2020, 00:00 WIB

Kasus Kedua Virus Tiongkok Ditemukan di Thailand


AFP/Channel News Asia/Hym/X-11 | Internasional

PEMERINTAH Thailand kemarin menyatakan telah mene­mukan kasus kedua virus corona baru Tiongkok. Penemuan tersebut muncul ketika negara itu meningkatkan pemeriksaan terhadap turis dari Tiongkok di Bandara Su­varnabhumi menjelang liburan Tahun Baru Imlek.

“Seorang perempuan berusia 74 tahun asal Tiongkok telah dikarantina sejak kedatangannya pada Senin lalu. Perempuan itu ditemukan terinfeksi virus corona yang baru diidentifikasi,” kata Sukhum Karnchanapimai dari Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand.

Dia menambahkan perempuan tersebut berasal dari Kota Wuhan di Tiongkok, tempat terjadinya 41 kasus pneumonia yang berpotensi dikaitkan dengan jenis baru virus corona. Satu pasien telah meninggal akibat terkena virus tersebut.

Sukhum juga mendesak warga Thailand untuk tetap tenang dan mengatakan tidak ada wabah di negara itu.

Sebelumnya pada Senin lalu, Thailand mengatakan telah menemukan seorang perempuan Tiongkok berusia 61 tahun yang membawa virus corona. Itu ialah pertama kalinya virus terdeteksi di luar Tiongkok.

Kedua pasien itu telah dinyatakan aman, tapi masih harus menjalani pemeriksa­an sebelum diperbolehkan pulang.

Thailand memang meningkatkan kewaspadaannya menjelang liburan Tahun Baru Imlek minggu depan, ketika hampir 1 juta pengunjung Tiongkok diperkirakan tiba.

Kementerian Kesehatan Masyarakat telah meningkatkan pengawasannya di empat bandara yang memiliki penerbangan harian dari Wuhan Suvarnabhumi, Don Muang, Chiang Mai, dan Phuket dan setiap bandara yang menerima penerbangan sewaan dari kota itu.

Otoritas Thailand juga telah memeriksa sekitar 13.624 penumpang yang tiba bandara sejak 3 Januari lalu.

Virus corona virus pneumonia misterius yang berpotensi mematikan termasuk di dalam keluarga besar virus yang dapat menyebabkan infeksi, mulai flu biasa hingga sindrom pernapasan akut (SARS).

Otoritas kesehatan Jepang juga telah melaporkan kasus infeksi pertama virus di negaranya pada Kamis (16/1), setelah seorang pria Jepang kembali dari kunjungan ke Wuhan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan virus asal Wuhan tersebut bisa menyebar sehingga WHO lalu memperingatkan rumah sakit di se­luruh dunia. (AFP/Channel News Asia/Hym/X-11)

BERITA TERKAIT