17 January 2020, 16:50 WIB

Kapolri Bentuk Tim Khusus Selidiki Korupsi Asabri


Sri Utami | Politik dan Hukum

KAPOLRI Jenderal Idham Aziz memerintahkan Bareskrim untuk membentuk tim gabungan dari Dittipikor serta Ditreskrimsus Polda Metro Jaya untuk menyelidiki dugaan korupsi PT Asabri (Persero).

"Ini untuk melakukan langkah-langkah verifikasi dan penyelidikan dan akan dilakukan pengecekan terhadap perkembangan berikutnya," ujarnya di Lanud Halim Perdanakusumah Jakarta Timur.

Tim tersebut terangnya akan melakukan tahapan baru proses verifikasi dan penyelidikan. Proses tersebut akan dikerjakan oleh tim khusus yang dipimpin oleh Kabareskrim.

"Tentu saja langkah-langkah dan progresnya akan dilihat ke depan, akan dikerjakan langsung oleh tim yang dipimpin Kabareskrim," ungkapnya, Jumat (17/1).

MENTERI Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD mengungkapkan, PT Asabri masih bisa membayar polis nasabahnya. Sehingga polisi dan TNI sebagai pemegang polis diminta olehnya tak perlu khawatir.

"Prajurit, tentara, TNI dan polisi itu jangan khawatir, karena uangnya gak habis. Karena likuiditasnya ini menjamin mereka dibayar sesuai dengan waktu," kata Mahfud saat ditemui di Kementerian Keuangan, Jumat (17/1).

Meski begitu, Mahfud menganggap, dugaan korupsi di perusahaan asuransi itu kemungkinan benar adanya. Hal itu dilihat berdasarkan modal Asabri yang dalam satu tahun turun lebih dari Rp17 triliun.

"Saya tidak bilang tidak ada korupsi, itu sudah bukan urusan menko polhukam, karena menko polhukam itu bukan penegak hukum. Tapi percayalah bahwa itu sedang didalami kemungkinan itu," ujar Mahfud. (OL-4)

BERITA TERKAIT